Category Archives: Pernik Jurnalistik

Photo Gallery | Snow Country “Entrapment”

The snow is getting higher and higher. It is not February yet, though. Just enjoy my time in “jail” (merely dorm room, kitchen, class rooms, computer room, library and no rarely outside world). #okesipp 🙂 Continue reading

Oleh Rika Theo, jurnalis Kontan

Theorika

Pada suatu malam terang di bulan April 2012, saya mendapat kesempatan menyusuri kota Frankfurt, Jerman. Bertemulah saya dengan markas utama  European Central Bank (ECB). Di tengah temaram lampu jalan kala itu, tampak oleh saya lambang euro berwarna biru – besar, gagah, dan berkilauan . Namun, bukan lambang euro itu yang mencuri perhatian saya, tapi pemandangan tak biasa di sekitar gedung megah sebuah bank sentral. 

View original post 616 more words

Momen-Momen Ajaib di Perayaan Ultah AJI

Goenawan Mohamad terpikir “mengubah” nama organisasi yang dia bentuk enam belas tahun lalu; Wakil Presiden Boediono begitu visioner memiliki pandangan enam tahun ke depan; dua orang bermarga Batak tak tahu arti judul lagu daerah mereka; mantan Pemimpin Redaksi SCTV Rossiana Silalahi tak cukup tenar di mata aktor Jay Wijayanto; pakar teknologi informasi Onno W Purbo baru mengerti “wajah asli” wartawan.

Continue reading

Untung-Rugi Liputan Melekat

Meliput peristiwa dengan cara nebeng salah satu pihak membawa konsekuensi yang harus kita timbang dengan masak-masak. Continue reading

Sebuah Resensi Buku Soal Media: Buruk Rupa Cermin Jangan Dibelah

Apa jadinya jika wartawan menginvestigasi dapur media? Hasilnya adalah empat belas karya yang terkumpul dalam buku ini. Tanpa bermaksud mengorek borok individu maupun media yang ditulis, buku ini hadir sebagai cermin agar kita arif berkaca. Media dan jurnalis yang bekerja untuk warga harus transparan di muka publik. Continue reading

Promosi yang Menerabas Pagar Api

Untuk kesekian kalinya, infotainment banal menabrak rambu etika jurnalistik. Promosi menyusup halus dalam kemasan “berita”.

Continue reading

Buku Ketiga

Untuk tiga tahun berturut-turut, aku menulis buku. Hattrick yang manis. Aku pantas bersyukur. Continue reading