Street Dance: Bukan Sekadar Tarian

Yang seri pertama sarat akan soundtrack yang ciamik. Sekuel kedua benar-benar dibintangi full-loaded-gun crewmembers. Keduanya tak boleh dilewatkan.

Dari sekian berjubelnya film tentang tarian jalanan, Street Dance memberikan warna lain. Tema movie keluaran BBC Films ini sekilas memang tak beda dari film dancing lainnya: berkompetisi, susah-payah latihan (routine) dan rekrut anggota kru, lantas menang.

Namun, film ini menawarkan eksplorasi para dancer Eropa yang memang tak kalah hebatnya dari para penari asal Amrik –yang sudah kerap mendapat porsi promosi massif lewat jaringan Holywood.

Film ini bukan sekadar mengulik tarian jalanan (hip-hop maupun breakdance) yang tampak semata-mata dikenal selama ini dengan gerakan-gerakan akrobatik yang ekstrem (powermoves).  Street Dance rupanya juga sukses mengawinkan unsur tarian lainnya semisal balet (seri pertama, tayang 2010) dan salsa (sekuel kedua, 2012).

Seri pertama dibintangi oleh b-girl (sebutan untuk cewek jago breakdance, jika cowok b-boy) Lil Steph (Stephanie Nguyen). Lil Steph merupakan juara hip-hop dance, anggota dari crew (sebutan kelompok tari) yang disegani asal Jerman, Flying Step. Lil Steph inilah satu-satunya crewmember yang tersisa yang lanjut membintangi seri berikutnya.

Selain Lil Steph, cewek yang kental dengan paras Vietnam, ada George Sampson (sebagai Eddie) dan Akai Osei (Junior) yang turut melakoni seri berikutnya. George adalah juara Britain’s Got Talent edisi 2008 sedangkan Akai adalah bocah pemenang Got to Dance 2009. Baik Britain’s Got Talent maupun Got to Dance merupakan acara televisi ajang cari bakat yang terkenal di Inggris.

Juri Got to Dance pun meramaikan film ini. Ashley Banjo bersama crew Diversity jadi cameo manis di seri pertama. Rekan Ashley sesama juri, Kimberly Wyatt, menyumbangkan satu lagu sebagai themesong film ini –yang berjudul Candy, duet bareng Aggro Santos. Anda tahu siapa Kim kan? Itu lho, anggota grup vokal cewek Pussycat Dolls.

Bicara soal lagu tema, seri pertama layak ditonton karena disemarakkan oleh para penyanyi berasa Eropa, khususnya Brit, yang tak kalah hebatnya dari biduan Paman Sam. Bagian awal film ini sudah dibuka oleh tembang lawas yang dikemas ulang oleh Madcon, Beggin. Beggin ini pula yang mengisi film dancing lainnya, Step Up 3. Grup hip-hop N-Dubz juga menawarkan We Dance On.

Seri pertama ini sempurna lantaran dibintangi pula oleh aktris kawakan Charlotte Rampling, pemeran Milena Gardosh dalam Basic Instinct 2.

Rupanya lagu-lagu bagus itu tak berlanjut ke seri berikutnya. Meski demikian, film ini dibintangi oleh para dancers hebat! Ada b-boy idola saya, Lilou (nama aslinya Ali Ramdani). Dialah alasan kenapa saya ngebet nonton film ini. Lilou, seperti Zinedine Zidane, adalah muslim Prancis berdarah Aljazair. Lilou adalah satu-satunya b-boy yang dua kali memenangi kompetisi one-on-one (1 vs 1) battle paling bergengsi, Redbull BC One –pada 2005 dan 2009. Lilou adalah pendiri crew yang disegani, Pockemon, asal Lyon, Prancis —crew paling legendaris di sana adalah Vagabond, yang memenangi ajang crew-battle paling bergengsi, Battle of the Year (BOTY) dua tahun berturut-turut.

Lilou sudah jadi aset dan ikon Prancis di bidang tari-menari.

Bermain film bukanlah hal baru bagi Lilou. Sebelumnya, ia bersama lima b-boy, Ben-J (Afrika Selatan), Ronnie dan Roxrite (Amerika), Taisuke (Jepang), serta Hong-10 (Korea Selatan), membintangi Turn It Loose, film dokumenter soal kompetisi Redbull BC One 2007 yang digelar di Sowetho, Afrika Selatan –ajang ini dimenangi oleh Ronnie.

Karena bakatnya, penyanyi Madonna menggaet Lilou sebagai penari latarnya dalam tur tahun ini. Madonna memang getol menarik para b-boy dalam koreografinya. Rekan satu crew Lilou, Brahim Zaibat, telah jadi penari latar Si Cewek Matre itu. Bahkan, Brahim dikabarkan pernah jadi gebetan pemeran Evita Peron itu. Lawan Lilou di final Redbull BC One 2009, B-boy Cloud (nama aslinya Daniel Campos, tampil sekilas dalam film Step Up 3), juga penari Madonna.

Satu lagi b-boy yang tengah naik daun adalah Niek Traa dari Belanda (dulu bernama panggung B-boy Just Do It). Niek baru saja jadi juri Redbull BC One 2012, yang dimenangi B-Boy Mounir dari kru Vagabond. Niek juga finalis Redbull BC One 2010 (dikalahkan Neguin dari Brazil); juara Notorious IBE 2011; R-16 (ajang tahunan kompetisi b-boy di Korea Selatan) 2010 –uniknya, dia mengalahkan Neguin di final, tapi dibalas di ajang Redbull BC One pada tahun yang sama; serta dua tahun berturut-turut jawara BOTY One-on-One Battle 2011-2012.

Film ini dibintangi pula oleh bintang iklan apparel Nike, Sofia Boutella, yang jadi pemeran wanita utama. Seperti Lilou, Sofia juga orang Prancis keturunan Algeria.

Film ini makin lengkap berkat kehadiran juara popping asal Jepang, Kaito Masai a.k.a. Kite. Rasanya, tak sabar saya menunggu sekuel berikutnya. Semoga para b-boy maupun b-girl ternama tetap membintangi film ini, termasuk idola saya, Lilou dan Lil Steph.

One response to “Street Dance: Bukan Sekadar Tarian

  1. bagus sekali terima kasihnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s