Puasa di Rantau (Lagi)

Tahun lalu saya beruntung bisa menjalankan ibadah puasa yang berlanjut dengan perayaan Lebaran di kampung halaman, Pati, bersama keluarga tercinta. Kini, kembali lagi saya harus menunaikan ibadah Ramadan tersebut di tanah rantau.

Sejak tahun 2000 sampai 2003, saya harus menikmati Ramadan di luar tempat kelahiran. Waktu itu saya kudu mengalaminya di tempat saya kuliah, Yogyakarta. Dasar anak kos, momen puasa kayak begini justru jadi kesempatan untuk mengetatkan ikat pinggang. Dalam arti sebenarnya maupun dalam makna ekonomi alias berhemat.

Usai lulus pada 2004, kembali saya harus menunaikan ibadah ini di perantauan. Kali ini di Jakarta, sebagai pencari kerja, saya numpang di kos adik saya di bilangan Bintaro. Dia kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Di tengah terik saya harus ngangkot ke lokasi tes seleksi. Atau, jika jam ujiannya pagi hari, saya harus mencari masjid sebagai tempat menginap pada hari sebelumnya. Apes, saya tidak keterima. Yah sudah.

Usai Lebaran pada tahun itu, padahal kurang yakin setelah melewati wawancara dengan Pemimpin Redaksi Yopie Hidayat, saya diterima kerja sebagai wartawan Tabloid Kontan, mingguan ekonomi dan bisnis salah satu anggota Kelompok Kompas-Gramedia. Saya bekerja sekitar setahun sepuluh bulan (God, saya hapal berapa lamanya).

Tahun 2006 saya cabut dan memutuskan menenangkan diri di Yogyakarta. Kota gudeg ini memang selalu membuat saya pengen datang kembali. Saya menjalankan puasa di sana dan Lebaran di Pati.

Pada akhir tahun itu, saya balik lagi ke Jakarta bekerja jadi jurnalis Hukumonline, situs berita hukum. Saya di sana selama satu setengah tahun. Sejak Juli 2008, saya kembali ke Yogyakarta. Kembali, untuk menenangkan diri. Jadi wartawan ada muaknya, ada makan atinya, tapi banyak asyiknya. Yes, I often miss that shit so much. Meski sudah bukan jadi pewarta organik sebuah perusahaan media, saya masih bisa menyusun hasil liputan kecil-kecilan. Setidaknya saya punya blog.

Kembali ke cerita Yogya. Di sana saya melewati tahap demi tahap rekrutmen CPNS Departemen Keuangan (sekarang “departemen” diganti jadi “kementerian”). Sekali lagi saya melewatkan ibadah puasa di sana: sebagai pencari kerja. Bersama Murjayanti, kekasih yang kemudian saya nikahi pada 27 Desember 2008 (Jeez, betapa saya ingat tanggalnya).

Momen itu tiba. Saya dinyatakan lolos seleksi. Saya dapat Direktorat Jenderal Pajak. Mulai Januari 2009, saya magang di Kantor Pelayanan Pajak di kota Pati. Saya bersyukur, didekatkan dengan keluarga. Sesekali saya menengok istri di Yogyakarta atau dia yang berkunjung ke sini.

Untungnya saya menjalani pendidikan dan pelatihan sebagai calon pegawai di Balai Diklat Yogyakarta pada Februari-Maret 2009. Setelah itu, saya kembali magang di Pati. Lantas berangkat diklat Prajabatan di Yogya selama dua pekan pada akhir September hingga awal Oktober 2009, usai Lebaran. Betapa beruntungnya bisa dekat istri. Pada saat Ramadan pun istri menjenguk saya di Pati hingga kami merayakan Idul Fitri bersama-sama.

Tapi mulai akhir Oktober 2009 saya kembali jadi perantau. Penempatan definitif “melempar” saya lagi ke Ibukota Negara. Puasa kali ini harus saya jalani jauh dari keluarga. Ini déjà vu. Kembali saya jalani masa-masa kuliah, singgah di masjid untuk mengais berkah buka puasa gratis. Raga saya di sini tapi hati dan pikiran melayang ke Pati membayangkan ibu saya yang sendirian jauh dari anak-anaknya, serta ke Yogya memikirkan istri, anak (Daniyal Yahya, ia lahir pada 2 Juli 2010), ibu mertua, dan kakak ipar.

Saya tak bakal heran bagaimana rasanya jadi perantau. Jangan ingatkan, saya tahu benar pernah mengalaminya. Asal Anda tahu, home is everything.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s