“Tim-Tim Nasional” yang Perlu Anda Tahu

Gozo. Kepulauan Chagos. Padania. Provence. Wallonia. Rijeka. Sapmi. Kurdistan. Occitania. Sahara Barat. Zanzibar. Somaliland. Kamerun Selatan. Yap. Cyprus Utara. Aramea. Sardinia. Sisilia. Maasai. Pulau Paskah. Kiribati. Anda hampir pasti belum pernah mendengar nama-nama “negara” tersebut yang (rupanya) punya timnas sepak bola.

Spanyol, juara anyar Piala Dunia, adalah negara yang terdiri atas beragam suku. Eksistensi kesukuan dan kewilayahan yang tak dapat disangkal inilah yang tersalurkan (salah satunya) melalui fanatisme sepak bola. Real Madrid disimbolkan sebagai klub resmi penguasa karena letaknya memang di ibukota Negara. Seteru abadinya, Barcelona, mewakili komunitas Catalan.

Barcelona tak hanya punya laga derby klasik melawan Real Madrid. Mereka juga melakoni derby sekota bersama Espanyol. Kayak derby Manchester, ajang pembuktian siapa yang sebenarnya berhak meng-klaim penghuni kota sejati, derby Catalan pun demikian. Para pendukung Espanyol lebih memilih bahasa dan menyanyikan lagu Catalan daripada Spanyol. Fans Barcelona belum seberani itu. Catalan, kalau di Indonesia, bisa dipersamakan dengan Atjeh.

Xavi Hernandez, pahlawan tim nasional Spanyol asal klub Barcelona, pernah dikecam fans lantaran berteriak, “Viva Espana!” usai merebut Piala Eropa 2008. Xavi dicap “mengkhianati” daerah asalnya. “Catalan itu beda dari Spanyol,” tutur Thierry Henry, penyerang Prancis yang merumput di klub Barcelona, rekan Xavi. Selain Catalan, daerah yang kental aroma “pemberontakannya” adalah Basque. Klub yang jadi simbol area itu adalah Athletic Bilbao.

Kedua wilayah itu membentuk “tim nasional” yang uniknya diperkuat oleh para pemain bola yang menjadi fondasi kekuatan Tim Matador. Victor Valdes, Carles Puyol –penghancur Jerman di semifinal, Joan Capdevila, Gerard Pique, Xavi Hernandez, serta Bojan Krkic –penyerang masa depan seangkatan Lionel Messi di Barcelona– adalah punggawa Catalonia. Asier del Horno, Xabi Alonso, Gaizka Mendieta (kini pensiun), Fernando Llorente, Joseba Etxeberria, Ivan Campo, Ismael Urzaiz, dan Aritz Aduriz adalah tulang punggung Basque.

Tim yang belum diakui FIFA sebagai “negara” ini tak main-main kekuatannya. Dalam sebuah pertandingan persahabatan, Catalonia pernah menyikat Argentina 4-2 pada Desember 2009 di Stadion Camp Nou, kandang Barcelona. Catalonia kini diasuh oleh pelatih Johan Cruyff. Memang sih, tim ini punya ikatan kental dengan klub Barcelona. Beberapa alumni Barca pernah memakai seragam kehormatan Catalonia. Misalnya Hristo Stoichkov, Alfredo di Stefano (nah, yang satu ini justru pentolan rival Barcelona, Real Madrid, tapi setelah itu dia bermain di klub sekota, Espanyol), Johan Cruyff sendiri, serta anaknya –Jordi. Basque tak kalah sangarnya. Mereka pernah melumat Serbia, negara yang kini ikut Piala Dunia, 4-0 pada 2006. Bixente Lizarazu dan Didier Deschamps, jagoan Prancis yang merebut Piala Dunia 1998, adalah tamu kehormatan tim Basque.

Mari kita cabut dari Spanyol yang punya Catalan dan Basque. Dunia tak selebar daun kelor.

Di luar sana, masih banyak bertabur “timnas” lain. Mereka terbentuk bukan sekadar memperlihatkan eksistensi minoritas atau ketidak-“diakui”-an. Mereka berasosiasi bersolidaritas membentuk organisasi tandingan FIFA. Wadah itu bernama NF Board, singkatan dari Nouvelle Federation Board. NF Board beranggotakan bangsa-bangsa minoritas, golongan orang yang tak punya negara, maupun micronation yang tak berafiliasi dengan FIFA.

Pendiri NF Board tak lain dan tak bukan adalah seorang pengacara, Luc Misson. Misson adalah pendamping pemain bola Jean-Marc Bosman. Kasus Bosman inilah yang menjadi tonggak sejarah kebebasan pemain dalam menegosiasikan kontrak dengan klub. Misson kini menjadi Sekretaris Jenderal NF Board.

Organisasi ini, seakan tak mau kalah dengan FIFA, secara regular menggelar VIVA World Cup. Piala Dunia VIVA sudah diselenggarakan sebanyak empat kali. Pada 2006, penyelenggaranya Occitania, Prancis bagian selatan. Pada 2008, tuan rumahnya Sapmi, komunitas utara wilayah Skandinavia dan Rusia. Setahun kemudian, yang punya hajat adalah Padania, daerah Italia bagian utara. Tahun ini, yang punya gawe adalah Gozo dari Malta. Gelaran berikutnya pada 2012 bakal diselenggarakan di Kurdistan, Irak. Sejauh ini yang paling banyak menyabet juara adalah Padania yang memenangi tiga edisi terakhir. Gelar perdana disabet oleh Sapmi.

Wilayah yang akrab di telinga kita seperti Monaco, Greenland, Chechnya, maupun Tibet termasuk anggota NF Board. Kita juga punya dua “timnas” yang turut gabung VIVA loh. Yakni, Maluku Selatan –kepulauan yang terdiri dari 150 pulau di wilayah Maluku– serta Papua Barat.

One response to ““Tim-Tim Nasional” yang Perlu Anda Tahu

  1. Wow, artikel yang sangat menarik. Saya rasa anda terinspirasi dari tulisan saya yg berjudul 14 Timnas Tangguh yang Tidak Diakui FIFA (http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8582149).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s