Salat Tarawih

Mencari kekhusyukan di tengah kegaduhan.

SUASANA Ramadan di Masjid Baitun Nur di kota asalku, Pati, tiada berubah. Kali ini tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Banyak orang berbondong-bondong menyerbu masjid besar itu jelang Isya.

Baitun Nur artinya “rumah cahaya”.

Hari-hari awal bulan suci ini, masjid senantiasa terisi penuh. Halaman pun berganti wajah menjadi tempat parkir tiga deret roda dua. Beberapa mobil juga berjejer di samping selatan parkiran sepeda motor. Namun, di hari-hari jelang akhir, justru banyak tempat yang lowong. Tahun ini? Kita lihat saja nanti.

Ramadan merupakan momen yang tepat guna menggali pahala sebanyak-banyaknya. Ini bulan berkah, penuh ampunan. Bahkan Tuhan menjanjikan salah satu malam di antara tiga puluh malam bernilai setara seribu bulan. Ia adalah Lailatul Qadar.

Selain puasa, ada ibadah penting lainnya. Yakni, salat tarawih.

* * *

TARAWIH artinya kurang-lebih “bersambung-sambung”. Soalnya, salat ini memang saling menyambung dan terdiri atas sejumlah rakaat. Tak ada ketentuan berapa banyak rakaat. Makin banyak, lebih baik. Ada yang mengerjakan delapan, dua puluh, bahkan empat puluh.

Setelah tarawih, jamaah mengerjakan salat witir yang berakaat ganjil. Bisa satu, tiga, lima, dan seterusnya. Tapi umumya kami melakukannya tiga rakaat.

Tak ada aturan baku berapa kuantitas rakaat yang paling ciamik. Nabi Muhammad sendiri kerap melakukan salat tarawih delapan rakaat. Namun, surat yang beliau baca panjang-panjang. Makanya durasinya jadi lama.

Untuk mengimbangi kualitas salat Sang Nabi, umatnya mengerjakan salat tersebut dengan lebih banyak rakaat. Banyaknya rakaat ini dipenggal-penggal dengan dikerjakan dua-dua atau empat-empat. Maklum, ingatan manusia terbatas. Kerap imam, pemimpin salat jamaah, lupa sudah sampai rakaat berapa. Kalau sudah demikian, bisa amburadul.

Makanya salat sunah jenis ini dinamakan tarawih.

Saya sendiri cukup melakukannya delapan rakaat saja.

* * *

SALAT adalah sarana yang tepat seorang hamba menemui langsung Tuhan. Ada gerakan sujud, yakni mencium lantai dengan membungkuk. Inilah momen paling dekat antara hamba dengan pencipta.

Namun, jika Anda tak merasakan kehadirannya, mutu salat Anda masih rendah. Hanya sekadar formalitas menjalankan kewajiban.

Jika Anda dapat merasakan kehadiran-Nya tepat di depan Anda sewaktu salat, inilah yang dinamakan khusyuk. Jika Dia tak hadir, setidaknya Tuhan mengawasi Anda yang tengah menyembahnya.

Mengejar kekhusyukan memang sulit.

* * *

HARUSNYA salat dengan lebih banyak rakaat itu dapat mengimbangi atau mendekati kualitas salatnya Nabi. Tapi, alih-alih, imam membaca surat dengan cepat alias dremimil. Segala gerakan dilakukan bagai ngebut. Harusnya dengan pelan dan tenang, tumakninah.

Belum lagi, anak-anak kecil, selalu berisik dan bercanda tawa di teras masjid. Kebanyakan motovasi mereka memang bukan menuntaskan salat. Melainkan, bermain-main dengan teman sebaya.

Di luar sana, suasana pusat kota Pati di malam hari tiada berubah. Hiruk-pikuk. Kendaraan lalu-lalang. Pedagang kaki lima bertebaran. Alun-alun riuh-rendah. Di tengah suara imam jamaah yang menggema melalui mikropon, alun-alun yang persis di seberang timur masjid memuntahkan bebunyian pasar malam.

Untung, hari-hari pertama puasa ini para “teroris kecil” belum semarak meletuskan petasan.

Jamaah masjid mengambil dua puluh rakaat. Selesai menjalani delapan, saya melangkah pulang.

Memang benar, mengejar kekhusyukan itu sulit.

One response to “Salat Tarawih

  1. Assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang di seluruh penjuru dunia maya…

    Alhamdulillah, bulan Ramadhan telah tiba…
    setelah sempat stagnant sampai sebulan lebih,
    akhirnya ada yang menginspirasi saya untuk menulis ucapan…
    & mengirim komentar spam-nya kepada Saudara2, he he he…
    Tapi kali ini, insyaAllah… saya akan mencoba lebih sopan.

    Hmm, mau tahu isi komen saya kali ini? Heee… rahasia…
    Ya udah deh, nih saya kasih tau…
    Tapi, beneran… mau tahu? Apa? Beneran… yakiin?
    Ow… jangan ngambek donk, iya maaf-maaf…
    Nih, saya kasih link comment-nya…

    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/08/
    ucapan-selamat-kemerdekaan-ramadhan.html

    http://www.4shared.com/file/127273395/aafaeca/
    Ucapan_Selamat_Kemerdekaan__Ramadhan.html

    Selamat men-download & membaca komentar saya, ya!
    Anggep aja ini cuma reminder message dari saudara jauh,
    jadi… nggak usah ditampilin juga nggak apa2, kok.

    Semoga Allah senantiasa menyelamatkan kita sekeluarga…
    dari kejamnya adzab & dahsyatnya fitnah…
    yang Ia turunkan di dunia, di dalam kubur, & di akhirat.

    Alhamdulillah, Saudaraku tersayang dimanapun kalian berada.
    Jadikanlah Romadhon kali ini lebih istimewa bagi dirimu…
    dengan mengamalkan Qur’an & Sunnah.
    Selamat menunaikan ibadah puasa, secara Lahir Bathin…
    serta raihlah kemenangan sejati untukmu.

    Buat Saudaraku yang punya blog ini, ma kasih, ya…

    Wassalamu alaikum wr. wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s