Surga Pajak di Balik Guyuran Transfer

Pemain sohor mencari tarif pajak termurah?

Oleh Yacob Yahya, dari berbagai sumber

REAL MADRID sungguh edan. Klub bola gergasi asal Spanyol ini memborong pemain dengan nilai gila-gilaan. Awalnya Zinedine Zidane pada 2001. Punggawa Tim Nasional Prancis keturunan Aljazair ini dibeli dari klub Italia Juventus dengan harga 46 juta pound. Kala itu nilai termahal. Rekor tersebut selama delapan tahun tak tergoyahkan.

Lantas klub berseragam putih ini memecahkan rekornya sendiri, dengan menggaet Kaka jelang musim anyar ini. Pebola rendah hati yang baru saja menikmati gelar Pemain Terbaik Piala Konfederasi 2009 ini diboyong dengan harga 68,5 juta pound. Kaka memang cinta AC Milan, klub yang dibelanya sebelum ke Madrid. Namun, lantaran terancam bangkrut, dengan rela ia mau berpindah ke klub raksasa itu demi menyelamatkan pundi Si Merah-Hitam. Kontrak baru itu selama enam tahun.

Dalam hitungan hari, rekor Kaka patah lagi, oleh klub yang sama. Kali ini mereka mendatangkan Cristiano Ronaldo, pemain terbaik dunia dan Eropa 2008, dengan bandrol 80 juta pound atau setara Rp1,33 triliun –nilai yang dapat mengguyur hadiah juara Liga Indonesia selama 650 tahun. Kepindahan pemuda Portugal itu dia rayakan dengan berkencan bersama pesohor Hollywood, Paris Hilton.

Kemudian, Manchester United, klub asal Ronaldo, membelanjakan 16 juta untuk menggaet penggantinya, Antonio Valencia. Bandingkan nilai mereka! Seperlima! Sungguh transaksi yang menarik. Atau, bandingkan saja dengan harga beli Ronaldo dari Sporting Club Portugal, 2003 lalu: 12,24 juta pound! Memang transaksi yang menarik.

Manuver Madrid bikin Michele Platini gerah. Presiden UEFA –perserikatan asosiasi sepakbola Eropa—ini bilang, nilai transfer Ronaldo tersebut tak masuk akal di tengah krisis global yang menghantam semua sektor. Madrid dinilai seolah mampu membeli kejayaan dengan belanja pemain berhambur-hamburan.

Carlo Ancelotti, mantan pelatih AC Milan yang pernah mengasuh Kaka, tak mau ketinggalan urun komentar. Pria Italia yang kini menjadi gaffer Chelsea ini menilai harga transfer Ronaldo merusak pasar pemain bola.

Anjing menggonggong kafilah berlalu. Perburuan Madrid belum usai. Raul Albiol, bek lokal, berhasil ia datangkan dengan “murah”, hanya 15 juta Euro. Lantas ada Karim Benzema, pemuda harapan Prancis yang merumput di Olympic Lyonaise. Kedua klub sepakat, nilai awal transfer pemain tersebut 35 juta Euro. Madrid dapat membayar lagi Lyon dengan meningkatkan harga belinya hingga jadi 41 juta jika si pemain membuktikan kinerja ciamik di lapangan.

Dari dulu hingga kini Madrid pada khususnya dan Liga Spanyol pada umumnya menjadi magnet nan menggiurkan bagi pesohor bola di seluruh dunia. Bahkan, Madrid hingga saat ini tercatat sebagai penguasa benua biru, dengan koleksi juara Piala Eropa terbanyak, sembilan kali. Dan baru saja, Piala Champions tahun ini kembali direngkuh oleh Barcelona, seteru abadi Madrid di kompetisi domestik. Pendek kata, Liga Spanyol menjanjikan limpahan kesuksesan.

Tak heran, rekor nilai transfer jor-joran pecah di negeri matador ini.

* * *

NAMUN transfer saja belum tuntas. Biaya tersebut “hanya” kesepakatan kompensasi klub baru yang diberikan kepada klub lawas. Hal ini lantaran kontrak sang pemain belum tamat dan di tengah jalan ada klub lain yang menawar. Selanjutnya, klub pemboyong kudu bernegosiasi dengan pemain yang bersangkutan soal gaji. Bisa dibayangkan, pemain mahal bakal menuntut gaji tinggi pula.

Saat ini pemain muda berbayaran tertinggi di Spanyol adalah Sergio Aguero yang membela Atletico Madrid. Menantu legenda bola Diego Maradona yang berusia 21 tahun ini mengantongi 5 juta Euro per tahun. Rekan senegaranya di Madrid, Gonzalo Higuain, “hanya” dibayar 1,8 juta setahun. Kun Aguero cuma kalah dari si bocah ajaib yang juga asal Argentina, Lionel Messi (8,4 juta).

Kaka, Ronaldo, maupun Benzema pasti bakal menghendaki upah selangit pula. Ronaldo disegel dengan bayaran 13 juta Euro setahun. Perlu dicatat, sewaktu masih berseragam Lyon, Benzema bergaji 4,8 juta Euro tiap tahun. Dan klub-klub Spanyol masih dinilai mampu menggaji para bintangnya. Samuel Eto’o, penyerang dari Kamerun yang membela Barcelona, bergaji 7,5 juta. Saat ini dia tengah alot berunding soal kenaikan upahnya, setidaknya sama dengan rekan setim, Messi.

Dan yang paling bikin kemecer, rupanya Spanyol menerapkan tarif pajak rendah di antara negara lainnya. Pundit-pundi para pesepakbola di sana bakal lebih cepat gembung. Inggris, kiblat sepak bola saat ini –jika ditinjau dari segi pasar dan jumlah penggemar, justru mematok pajak paling tinggi.

* * *

Trivia:

Indonesia punya beleid yang mengatur pajak penghasilan (PPh), yakni Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008. Klausul paling anyar ini mengatur tarif untuk dua subjek pajak yang berbeda. Aturan tarif itu tertuang di Pasal 17.

Badan (organisasi berbadan hukum seperti perseroan, perserikatan komanditer, yayasan, koperasi, partai politik, dan sebagainya) dikenai tarif 28%. Tahun depan tarifnya bakal turun jadi 25%.

Sedangkan orang pribadi dikenakan tarif berlapis menurut besar-kecilnya penghasilan kena pajak. Penerima penghasilan kena pajak hingga Rp50 juta harus bayar pajak 5%; antara Rp50 juta hingga Rp250 juta 15%; antara Rp250 juta hingga Rp500 juta 25%; dan di atas Rp500 juta 30%.

PPh yang berkaitan dengan pekerjaan atau pajak atas upah lebih lanjut diatur dalam Pasal 21. Seorang karyawan tidak perlu menyetor pajak penghasilannya. Yang bertanggung jawab memotong (dari gaji) dan menyetorkan pajaknya adalah si pemberi kerja.

Subjek pajak juga dapat dibagi menurut asalnya. Apakah ia dari dalam negeri atau asal luar negeri –tenaga kerja asing. Pemotongan pajak atas imbalan yang berkaitan dengan pekerjaan bagi wajib pajak luar negeri diatur dalam Pasal 26. Besaran tarifnya 20%.

Tak ayal, kewajiban kedua pasal di atas tak terpisahkan. Si pemberi kerja umumnya memotong dan melaporkan “PPh Pasal 21/26”.

Nah, jika tarif pajak di Indonesia terbilang “kompetitif”, kenapa kompetisi sepak bola kita belum juga diminati para bintang yah? Anda tentu tahu sendiri jawabannya.

* * *

LUIZ FELIPE SCOLARI meradang. Pelatih asal Brazil ini berteriak, Liga Inggris bermasalah. Pengantar Selecao juara dunia pada 2002 ini tentu masih ingat pengalamat tak enak menukangi Chelsea, klub asal London yang dipunyai juragan minyak asal Rusia ,Roman Abramovich.

Ajang Piala Eropa 2008 belum tuntas, Scolari yang kala itu melatih Portugal “digoda” The Blues. Tawaran melatih Chelsea sudah di depan mata. Banyak pihak menengarai gagalnya Portugal menggondol juara lantara Scolari sudah tak fokus lagi pada pekerjaan. Pria Brazil ini menolak tudingan itu.

Namun faktanya, dia benar-benar berbaju Chelsea setelah cabut dari Portugal. Ironisnya, dia hanya mengecap masa tujuh bulan di sana. Dianggap tak segera memberikan hasil positif, Scolari terdepak dan digantikan oleh Guus Hiddink yang asal Belanda. Kebetulan, Hiddink masih berstatus pelatih Tim Nasional Rusia, negeri asal Abramovich.

Tapi kali ini Scolari tak cukup mengomentari masa pahitnya melatih klub Inggris. Ia juga khawatir, daya pikat Liga Inggris di mata atlet bola bakal menurun. Masalahnya adalah pajak yang tinggi. Saat ini pajak penghasilan pemain bola mencapai 40%. Dan pemerintah berencana mengereknya jadi 50%. “Itu akan mengganggu dan mengurangi minat pemain bintang datang ke Inggris,” koarnya di berbagai media Eropa.

Di antara negara dengan liga bergengsi, Spanyol-lah yang menawarkan tarif pajak terendah, yakni 20%. Italia maupun Prancis masih mematok 24%. Turki memang memberlakukan 12%. Namun kompetisi di sana kurang mentereng di Ranah Eropa.

Tak ayal, Kaka (dari Liga Italia) dan Benzema (Liga Prancis) tak perlu berpikir panjang melanjutkan masa depan karir mereka di negeri banteng itu.

David Beckham, pendahulu Ronaldo asal Manchester United (Liga Inggris), sudah pernah merasakan seragam Real Madrid. Nilai transfer pemain ini pada 2003 mencapai 25 juta pound. Hingga kini Beckham yang hijrah ke Liga Amerika dan sempat dipinjamkan ke AC Milan tercatat sebagai pesepak bola terkaya di dunia. Menikahi salah satu anggota grup vokal Spice Girls, Victoria Adams, kekayaan sepasang selebritas itu makin menumpuk. Pada April 2007, mereka membeli sebuah vila di Beverly Hills senilai $22 juta.

Beckham pula-lah yang memberi advis kepada Kaka, rekan satu tim di Milan, agar berkostum Madrid.

Baik Kaka maupun Ronaldo telah memberi pernyataan seputar kepindahan mereka secara terpisah. Kedua bintang itu berujar, sudah meraih segalanya di klub lama. Mereka hendak merajut prestasi dan tantangan baru di Madrid.

Namun rasanya tak cuma itu. Surga pajak jadi pertimbangan juga kan?

Tabloid Bola, Sport 7 Trans 7, BBC Sports, Wikipedia

2 responses to “Surga Pajak di Balik Guyuran Transfer

  1. minta ijin masukin blog ini ke http://djp.web.id, blog agregator utk blogger DJP.
    maaf klo OOT dg topiknya😀

    thx yaa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s