Soal Neoliberal, Lagi-Lagi Parachute Journalism

Media di Indonesia, masih saja mengidap penyakit akut: parachute journalism. Melempar wacana, namun tak tuntas mengupasnya. 

Makin ramai kabar beredar, calon wakil presiden yang digamit presiden incumbent Susilo Bambang Yudhoyono, Boediono, adalah ekonom yang bergaris neoliberal. Wacana itu makin bergulir jadi bola liar yang makin membesar, namun sebenarnya bola itu hanyalah sebuah balon yang kosong di dalamnya.

Kata “neoliberal” makin bergaung kencang tanpa media jelaskan secara gamblang apa artinya.

Ini yang disebut jurnalisme parasit. Jurnalisme yang seharusnya mendudukkan masalah dan mengedukasi warga agar makin terang, alih-alih, malah membikin masyarakat makin bingung. Apa itu neoliberal? Tak tuntas sama sekali dikupas. Jurnalis kita hanya mengandalkan statement para pengritik Boediono.

Bisa jadi media kita sibuk tergulung oleh running news dan breaking news.  Walhasil, warta hanyalah hangat-hangat tahi ayam hadirnya. Namun, lebih jauh dari itu, selain perkara deadline yang ketat, jurnalisme benalu bercokol karena –maaf untuk mengatakannya– jurnalis kita masih malas untuk belajar. Mungkin juga –lagi-lagi kembali ke masalah– lantaran tuntutan tenggat waktu yang ketat menjerat.

Jurnalis kita masih minim dicetak menjadi analis. Seakan-akan pengetahuan bakal hadir dengan sendirinya di lapangan. Padahal berita yang tersaji hanyalah kulit di permukaan. Jurnalis kita juga terlalu asyik dengan laporan dangkal, berita pendek. Jurnalis butuh membaca buku. Jurnalis perlu riset. Sangat jarang jurnalis yang menelurkan karya panjang. Itu fakta yang harus diakui.

Dampaknya, jurnalis menyajikan berita yang meleset dari maksud yang sebenarnya. Apa yang dipahami oleh wartawan rupanya missleading dengan apa yang hendak disampaikan oleh narasumber. Atau, ini yang lebih berbahaya, apa yang menurut benar oleh wartawan ternyata bertolak belakang dari fakta yang sebenarnya.

Apa itu neoliberal? Apakah ia berlawanan dengan ekonomi kerakyatan? Apa lagi itu “ekonomi kerakyatan”? Saya masih belum memperoleh jawaban tuntas dari media.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s