Hotel di Atas Awan? Yang Benar?

Jika berita bohong kadung menjadi berita.

Oleh Yacob Yahya
Dari berbagai sumber

Bayangkanlah Anda pengantin baru. Atau, pasangan usia mapan yang hendak recharge kenangan masa muda. Atawa, Anda tukang lancong yang getol traveling. Apa menu idaman Anda?

Pulau Bali atau Hawaii yang bernuansa pantai, sudah lazim. Berwisata keluar negeri bukan barang baru. Berdiam di vila hangat di tengah pengunungan sejuk nan sunyi juga sudah ada.

Ada baiknya Anda memutar lagu lawas duet Inka Christie dan Amy Search. “Bulan madu di awan biru, tiada yang mengganggu. Bulan madu di atas pelangi hanya kita berdua…” Dalam waktu dekat, hal itu bukan bahasa kiasan semata.

Adalah SBCC Company, perusahaan yang menyulap helikopter gergasi menjadi sebuah hotel. Hotel terbang itu bertajuk “Hotelicopter”. Capung besi itu rencananya akan terbang perdana pada 26 Juni mendatang. Bertolak dari John Fitzgerald Kennedy International Airport di New York, pengunjung bakal diajak pesiar mengitari London, Dublin, Paris, Barcelona, Frankfurt, Copenhagen, lantas balik lagi ke London. Perjalanan itu butuh waktu 14-16 hari.

Jangan tanya, para pemesan sudah mengantre panjang.

Heli ini buatan Rusia. Awalnya untuk keperluan militer. Modelnya Mil V-12, panjang 42 meter dan tinggi 28 meter. Cukup untuk memuat 18 kamar. Untuk menggerakkannya, diperlukan tenaga 75.000 lbs. Kekuatan itu sudah cukup untuk bisa melesatkan kendaraan ini hingga 250 kilometer perjam. Saat ini, di dunia baru ada dua biji kendaraan tersebut.

Sembari melayang di langit, pada siang hari Anda dapat melongok pulau-pulau nan indah. Di malam hari, permai kerlip lampu metropolitan bakal menyapa Anda. Semua tampak diorama alam yang memikat.

Namun jangan keburu percaya dan terbuai.

Kabar ini santer beredar di berbagai situs internet. Rupanya, baru terungkap pada akhir April lalu bahwa ini kibulan semata (hoax). Cilakanya, sudah ada media yang terlanjur memberitakan bakal datangnya heli gede itu. Contohnya Majalah Kartini edisi pekan ini.

Situs http://www.hotelicopter.com  pun ternyata “hanya” laman yang memuat katalog hotel kelas mewah di berbagai kota besar di dunia. Tak satu pun situs ini memuat info soal hotel di dalam helikopter.

Kabar bohong itu pun sebenarnya gampang dicurigai. Tak satu pun detil yang menerangkan berapa ongkos maupun tarif. Kedua, tak sekecap pun terdapat pernyataan narasumber.

Bulan madu sambil terbang? Yah mau saja. Tapi jangan harap Anda dapat mengandalkan jasa hotelicopter –setidaknya hingga kini.

One response to “Hotel di Atas Awan? Yang Benar?

  1. Wah menarik sekali jika benar-benar ada hotel di atas awan, mungkin saya juga akan ikutan antri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s