Flu

Akhir-akhir ini tubuh terasa berat. Mungkin ada baiknya istirahat sejenak.

Dahak yang menggumpal kecil itu aku ludahkan pagi ini. Hijau.

Harusnya cairan dahak (bahasa medisnya “sputtum”, ada kaitannya dengan kata bahasa Inggris “spit” yang artinya meludah?) maupun ingus, bagi orang sehat, berwarna putih. Jika berubah warna semacam hijau, coklat, kuning, apalagi merah tercampur darah, dalam badan kita ada yang salah.

Apa sih beda dahak dari ingus?

Dokter umum maupun praktisi pengobatan tradisional –tepatnya tukang gurah, aku sendiri belum pernah gurah– yang pernah berbincang denganku menjelaskan dahak asalnya dari dalam dada. Mengisi paru-paru. Sedangkan ingus merupakan cairan di dalam rongga kepala, misalnya di balik alis mata. Normalnya dahak keluar dari mulut dan ingus dari hidung.

Sudah berapa lama ini aku tak kena flu. Mungkin lagi musimnya. Mungkin aku butuh istirahat. Sekali-kali memang manusia harus sakit. Asalkan jangan sakit sampai parah dan berat.  Aku hanya bisa menenggak air putih sebanyak-banyaknya. Aku kurang oke dengan obat-obatan. Aku hanya berharap pori-pori kulit ini memuntahkan butiran keringat. Keringat yang mengangkut racun-racun tubuh keluar. Supaya segera sehat.

Soalnya, sehat adalah nikmat, sebelum datangnya sakit.

One response to “Flu

  1. Selamat magang di KPP Pratama Pati mas,..

    selamat datang di Korps Direktorat Jenderal Pajak!!!!

    Nagara dana raksa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s