Jangan (Sering) Membersihkan Telinga

Rupanya telinga sangat membutuhkan geligi.

Bagaimana rasanya jika telinga Anda dimasuki cotton bud, dikorek-korek? Geli-geli enak? Rasanya jika itu jadi kebiasaan, Anda saya sarankan kurangi rutinitas itu. Alasan demi menjaga kebersihan kuping mungkin yang kerap mengemuka. Memang sebel rasanya jika telinga penuh dengan kotoran yang berwarna kuning-coklat. Apalagi jika sebesar gotri.

Tapi jangan Anda salahkan kotornya telinga Anda.

Salahkan pola makan Anda! Loh? Banyaknya tahi kuping merupakan pertanda orang tersebut kurang banyak mengunyah. Gigi-gigi dan otot pipi yang bergerak-gerak tatkala menggiling makanan secara otomatis juga menghancurkan kotoran telinga itu. Jadi, jika Anda kerap menemukan kotoran telinga yang besar-besar, cobalah mengunyah makanan lebih lembut dan sering.

Lagipula, kotoran telinga itu tak benar-benar kotoran yang kita kira. Ia merupakan minyak pelumas yang secara alamiah memang diproduksi oleh sepasang kuping kita. Fungsinya, untuk melindungi telinga bagian dalam dari guncangan atau benda luar yang maksa masuk ke indra pendengaran tersebut. Bayangkan jika telinga kita kering, tiada minyak coklat kekuningan itu.

Kini sedang marak cara membersihkan telinga dengan terapi lilin. Konon, cara ini diadopsi dari tradisi suku Indian yang sudah dipraktekkan berabad silam. Lilin tersebut bisa dijumpai di salon-salon, tempat spa, maupun toko kosmetik. Caranya unik. Lilin itu dibakar, makin lama makin memendek kayak rokok. Nah, jika lilin akan habis seperti rokok menyala yang tinggal pangkalnya, lilin tersebut dicabut. Di dalam batang pangkal yang tersisa terdapat curek alias kotoran kuping tersebut.

Abu lilin tersebut tak bakal jatuh dan masuk ke dalam telinga kita jika sudah tertadah oleh kertas yang ditaruh di muka daun telinga. Nah, perihal kertas penangkal abu ini, kita kudu hati-hati. Pilihlah lilin yang berkualitas bagus, aman, yang mana perciknya segera padam ketika menjadi abu. Ada kasus, api masih nyala dan abu tersebut masuk ke telinga si pengguna.  Bisa berabe kan?

Laksana aroma-terapi, Anda bisa juga memilih “rasa” lilin tersebut. Warna ungu berarti berbau lavender, merah berarti beraroma mawar, dan sebagainya. Terapi sebulan sekali rasanya cukup untuk membersihkan telinga kita, baik dengan jasa terapis, atau kita lakukan sendiri –dengan bantuan orang dekat, tentunya.

Nah, apakah Anda masih asyik mengorek telinga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s