Kenali Skala Stres Kita

Ditinggal pergi pasangan hidup ke alam baka merupakan sumber kesedihan tertinggi. Eh, jangan salah, perkawinan ternyata lebih berat daripada kena pemutusan hubungan kerja loh. Tapi, kena pecat rupanya lebih runyam daripada loyo di atas ranjang.

Berikut daftar peristiwa di kehidupan seseorang yang paling bikin stres.

Stres tak bisa dihindari. Stres adalah kodrat. Orang tak bisa hidup tanpa stres. Makanya tak perlu cemas jika Anda sedang dihinggapi stres.

Pada dasarnya, ini pendapat saya pribadi berdasarkan rangkuman dari pendapat berbagai ahli, tiap orang mesti merasakan tekanan yang datang padanya. Lain kata setiap manusia punya masalah. Diri kita –baik fisik maupun psikis atawa emosi– akan merespon problem yang lagi datang itu. Stres merupakan reaksi diri kita terhadap beban yang kita hadapi tersebut.

Bisa jadi, stres juga lahir lantaran suatu musibah yang datang tanpa kita perkirakan. Beban perkara yang kita alami ternyata lebih berat daripada yang kita perhitungkan boleh juga jadi pemicu stres. Misalnya, pemadaman bergilir listrik pada pengumuman cuma sehari-dua. Tapi, eh ternyata berlanjut sampai seminggu. Siapa yang tidak pusing?

Bentuk masalah itu beragam rupanya. Ada yang diputus pacar, putus sekolah/kuliah, utang menumpuk, nganggur terlalu lama, jelang perkawinan, konflik di kantor, deadline yang makin dekat, beban kerja yang menggila, kehilangan harta-benda, dan sebagainya.

Respon diri dari gelagat fisik bisa dilihat dari terjangkit HIV alias hasrat ingin vivis atau beser, keringat dingin, bicara macet dan gelagapan, nafsu makan hilang, dan sebagainya. Sedangkan takaran emosi misalnya gampang tersinggung, mudah marah, omongan kasar, dan lain-lain.

Stres bisa jadi motivasi agar makin baik dan makin kuat serta tangguh diri kita. Itu jika tingkat stres atau kadar beban masalah masih terkendali. Tapi, sebaliknya, jika keterlaluan saking beratnya, stres yang berlebihan bakal bikin kita uring-uringan. Stres tahap lanjut istilah bahasa Inggrisnya distress.

Nah, ngomong-ngomong soal stres, rupanya ada hasil kajian yang menarik. Adalah Thomas Holmes dan Richard H Rahe, dua peneliti yang menyelidiki sejumlah peristiwa yang paling berkesan dalam kehidupan sejumlah kelompok masyarakat. Kejadian atau pengalaman kehidupan inilah yang mengandung stres. Keduanya lantas membuat klasifikasi, 43 peristiwa dari yang teratas hingga nomor buncit, seberapa besar skala stresnya. Berikut hasil penelitian mereka, sekaligus nilai tingkat stresnya, yang dipublikasi pada 1986.

1. Kematian suami/istri (100)
2. Perceraian (73)
3. Perpisahan perkawinan (65)
4. Dipenjara (63)
5. Kematian anggota keluarga dekat (63)
6. Kecelakaan atau sakit ebrat (53)
7. Perkawinan (50)
8. PHK (47)
9. Rujuk dalam perkawinan (45)
10. Pensiun (45)
11. Perubahan besar kesehatan keluarga (44)
12. Kehamilan (40)
13. Kesulitan seksual (39)
14. Memperoleh anggota keluarga baru (39)
15. Penyesuaian kembali di bidang bisnis (39)
16. Perubahan dalam hal finansial (38)
17. Kematian teman dekat (37)
18. Perubahan dalam hal pekerjaan yang berbeda (36)
19. Perubahan jumlahperselisihan dengan suami/istri (36)
20. Hipotek lebih dari US$10.000 (31)
21. Pencabutan hipotek atau pinjaman (30)
22. Perubahan tanggung jawab dalam pekerjaan (29)
23. Anak meninggalkan rumah (29)
24. Kesulitan dengan sanak saudara istri/suami (29)
25. Prestasi yang menonjol (28)
26. Istri mulai atau berhenti bekerja (26)
27. Baru masuk atau menamatkan kuliah (26)
28. Perubahan dalam kondisi keuangan (25)
29. Revisi kebiasaan seseorang (24)
30. Kesulitan dengan atasan (23)
31. Perubahan jam serta kondisi kerja (20)
32. Perubahan tempat tinggal (20)
33. Pindah sekolah (20)
34. Perubahan bentuk/frekuensi rekreasi (19)
35. Perubahan jadwal kegiatan di gereja atau jadwal ibadah agama lain (19)
36. Perubahan aktivitas sosial (18)
37. Hipotek/pinjaman kurang dari US$10.000 (17)
38. Perubahan kebiasaan tidur (16)
39. Perubahan jumlah pertemuan keluarga (15)
40. Perubahan kebiasaan makan (15)
41. Liburan (13)
42. Natal atau hari raya agama lain (12)
43. Pelanggaran ringan terhadap undang-undang atau peraturan (11)

Dari daftar di atas, terlihat jelas bahwa pasangan hidup sangat berperan besar dalam kehidupan kita. Maka, beruntunglah dan bersyukurlah orang-orang yang mencintai dan dikasihi kekasih hati, saling merawat, saling menjaga, dalam ketulusan dan keikhlasan.

Penelitian ini lebih dari dua puluh tahun lampau. Perubahan tata nilai dan pola pikir dalam masyarakat masa kini bisa saja mengubah klasemen tersebut. Saya kok tidak menemukan peristiwa “dikhianati orang kepercayaan” atau “merasa ditipu mentah-mentah dari belakang”. Saya sangat dongkol terhadap manusia yang munafik dan membohongi orang lain, apalagi menipu suara hati sendiri.

Pssst… ngomong-ngomong hari ini Anda stres lantaran apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s