Plong

Betapa waktu luang adalah nikmat sebelum datangnya masa sibuk. 

Senin kemarin (27/10), saya begitu gembira. Sangat bahagia. Enteng, encer. Lega. Plong. Tiga urusan sekaligus tuntas sudah.

Pertama, saya bantu teman kos, Rosi. Kakak dia dan ipar –suami kakak– punya usaha furnitur di Kuta, Bali. Namanya Mahameru Design. Tepatnya di Jalan Mertanadi, Krobokan, Kuta. Nah, selama lima hari, sejak Kamis pekan lalu (23/10), Mahameru turut pameran JogjaFurnicraft Fair 2008. Saya berperan jadi penerjemah bahasa Inggris. Kalau-kalau ada calon buyer dari asing. Dan benar saja, stand kami didatangi oleh orang Korea, Timur Tengah, Eropa, Kolombia, dan lainnya. Lega juga, pameran itu kelar sudah. Jangan tanya, meski hanya duduk-duduk gembelengan (dugem), berdiri, menunggu, cas-cis-cus, capek juga loh. Dari jam sembilan pagi hingga enam petang. Puncaknya, adalah angkut-angkut barang ketika penutupan. Capek namun terbayar impas.

Senin kemarin juga adalah hari genap keenam saya puasa Syawal. Saya hendak menyempurnakan tiga puluh hari puasa Ramadan lalu. Puasa sunah Syawal ini bebas dilakukan kapan saja, asal jangan sampai lewat bulan Lebaran ini yang hanya berumur 29 hari. Itupun dipotong sehari, tanggal satu, yang diharamkan untuk berpuasa karena saat itu momen Idul Fitri. Tanggal-tanggal awal saya lewati dengan berat karena cemilan di rumah Pati begitu menggoda. Apalagi banyak agenda kunjungan. Misal, ke Jepara pada hari Selasa, hari kedua Syawal –tempat kakak-kakak sepupu anak Bu Dhe Sri, almarhumah kakak ayah, yang juga sudah almarhum.  Rabu saya belanja-belanja persiapan kunjungan ke Mas Jarwo, kakak kedua Murjayanti, calon istri saya. Kamis, kami berangkat ke Kartosuro, pertemuan awal antar-keluarga saya dan Mur. Minggu pertama lewat sudah, barulah pada minggu ketiga saya mulai puasa. Dan seterusnya, hingga berakhir sudah pada hari-hari jelang finis.

Ketiga, saya merampungkan penilaian kompetisi buletin pers mahasiswa se-Yogyakarta. Lomba ini diselenggarakan oleh pers mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, EQuilibrium. Sewaktu kuliah, saya pernah jadi pemimpin redaksi di sana. Hingga generasi saat ini, adik kelas saya masih kontak-kontakan. Apalagi saat ini saya kebanyakan di Yogya. Ini pertama kali saya jadi juri lomba dalam skala provinsi. Meski lomba kecil-kecilan.

Yah, dada saya serasa lega. Biarlah rongga ini untuk sementara waktu jadi luang. Sebelum saya menghadapi momen selanjutnya yang bakalan super sibuk. Apa itu? Tunggu saja akhir tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s