Ke Kubur Gedaren

Hari Minggu kemarin (24/8), Mbak Muji, saya, dan Mur pergi ke pekuburan kampung Gedaren, tempat asal Mur. Untuk nyekar Pak Parto, ayah Mur dan Mbak Muji.

Pukul sebelas di Gedaren, matahari menyengat. Kering. Dedaunan menguning-coklat. Panen baru saja usai. Beberapa sawah dan tegal belum ditanami. Gersang. Tanah Gunungkidul memang gersang. Gedaren adalah salah satu kampung di desa Sumbergiri. Giri artinya gunung. Saya sendiri tak tahu apakah ada mata air di desa ini. Yang jelas, di Gedaren, ada beberapa tempat untuk mandi bersama. Istilahnya belik. Saya pernah mandi sekali di sana.

Sumbergiri adalah salah satu desa di kecamatan Ponjong. Dan Ponjong adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Yogyakarta. Tempat asal Mur. Perjalanan tak lebih dari dua jam dengan sepeda motor dari Yogya. Rutenya berkelak-kelok, jalan menanjak jika dari Yogya, dan menurun jika dari arah sebaliknya. Hati-hati, banyak bus dan truk besar. Namun kontur jalan sedikit landai jika sudah mencapai Kecamatan Wonosari, ibukota kabupaten. Seterusnya ke arah Ponjong, tak ada jalan yang berliku lagi. Banyak pohon jati.

Di Gedaren ada kompleks kubur. Itu untuk warga asli sana. Uniknya, kompleks itu sudah “penuh”. Kalau ada lahan yang lowong, itu sudah jadi kapling penduduk yang masih hidup. “Itu untuk paman dan bibi,” tunjuk Mbak Muji pada sepetak tanah yang kosong.

Uniknya, sepetak kapling itu sudah disemen. Sudah digali beberapa meter ke dalam. Jadi jasad tinggal di masukkan liang lahat jika tiba saatnya nanti dikuburkan.

Siang itu sangat benter alias kering dan panas. Belik di dekat pekuburan asat total, tak ada air setetes pun. Pekuburan itu berundak-undak, seperti di lereng tebing. Gunungkidul memang terkenal dengan kondisi tanah yang berkapur dan minim air.

Yang bikin khawatir, beberapa kubur miring, seiring kondisi tanahnya yang makin terkikis. Bisa jadi longsor?

Pak Parto meninggal pada tahun 1990-an.

“1998?” Mur coba mengingat.

“Bukan, kayaknya 1995,” Mbak Muji membetulkan. Siapa yang benar? Semuanya belum pasti. Masa lalu bisa saja terlupa jika tak ada catatan tinggalan. Otak manusia ada batasnya guna menyimpan memori.

“Pak Parto, mohon direstui, saya calon menantu Bapak,” batin saya. Hingga kini pun saya tak pernah melihat muka beliau, setidaknya di sebuah gambar foto.

Kompleks kubur itu dibangun pada 22 Agustus 1979. Ada tulisannya, menggores semen. “Dibangun 22-8-1979”. Ada juga goresan tulisan jawa pada dekat tulisan tanggal pembangunan itu. Tulisannya “sabar gubur”. Saya tak tahu arti dan maksud si penulis. Mungkin maksudnya “sabar subur”, salah satu ungkapan Jawa yang artinya orang yang sabar bakal mendapat rezeki, subur. Atau mungkin dia pengen menulis “sabar kubur”?

Kami memanjatkan doa agar arwah beliau mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. Kami taburkan kembang mawar merah dan putih.

Siang itu sepi. Ada tiga orang peziarah lain. Mereka datang dari Yogyakarta. Seorang ibu dan dua orang muda-mudi. “Adik ipar,” si ibu menjelaskan siapa yang mereka sekar.

Kata Mbak Muji, kompleks kubur itu dirawat oleh seorang wanita. “Dia sudah disediakan tempat supaya tinggal di dekat musala, tapi gak mau. Dia tinggal sendirian di sana,” tunjuk Mbak Muji pada sebuah sudut. Tapi saya tak lihat jelas ada sebuah rumah. Jasa perawat kompleks kubur yang luas memang sangat kita perlukan. Namun siapa yang kira-kira mau?

Jelang duhur kami pulang ke rumah yang hanya beberapa ratus meter dari kompleks kubur itu. Langkah kami menginjak dedaunan kering yang jatuh di atas tanah kapur jalan setapak itu.

4 responses to “Ke Kubur Gedaren

  1. sy senang ada orang yg menulis kampung halamn orang tuaku,namaku anton ak buyut dari ki sohutomo mungkin kekasih mas tau keluarga saya,thanks ya

  2. SALAM KENAL.
    ALHAMDULILAH SAYA BERSYUKUR DAN SENANG TULISAN INI. SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU MOGA MENDAPAT BERKAH YA. WAK AKU JADI INGAT MAS WARDI AMA MAS GITO SAAT PADA NGAJI DI LANGGAR DULU. TITIP SALAM KAMI YA.
    SUKSES SELALU DAN BANGGA DENGAN ANAK GEDAREN
    AGUS SUTANTO METRO LAMPUNG

  3. salam buat keluarga…..
    jangan menangis ……..
    cobaan selalu ada…..

  4. main ke blog saya http://irwanravers.blogspot.com .. di blog saya ada foto2 gedaren ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s