Ngurus Satu Blog Lagi

Kegiatan saya nampaknya harus bertambah. Saya saat ini lagi mengurus blog baru.

Saya sedang jadi moderator blog Komite Persiapan Federasi Serikat Pekerja Media-Independen. Ini blog tentang komite persiapan untuk pembentukan sebuah federasi serikat pekerja di sektor media. Komite ini berisikan core group sejumlah serikat pekerja sektor media, antara lain Majalah SWA, Radio Smart FM, Radio 68H, Tempo, dan Hukumonline.

Tanpa bermaksud klaim sepihak atau mendahului sikap resmi, beberapa serikat pekerja berniat bergabung dalam komite ini. Misalnya Indosiar dan beberapa perusahaan percetakan. Federasi ini penting, untuk mendongkrak posisi tawar jika pekerja media bernegosiasi dengan asosiasi pengusaha. Misalnya teve swasta (ATVSI), teve lokal (ATVLI), surat kabar (SPS), dan lain-lain.

Apalagi, sektor media terbilang anak bungsu dalam gerakan buruh. Lihat saja, belum pernah ada federasi di sektor media. Sedangkan sektor manufaktur sudah punya konfederasi. Konfederasi adalah gabungan beberapa federasi.

Saat ini ada 889 media cetak, 150-an teve, dan lebih dari 2.000 radio. Namun yang punya serikat pekerja baru 38 media. Sedikitnya lima buah serikat bisa mendirikan federasi dan tiga federasi bisa membentuk konfederasi. Entah afiliasi nasional maupun tingkat internasional. Ini sesuai dengan Undang-Undang 21/2000 tentang Serikat Buruh/Serikat Pekerja.

Sementara saya ngurus blog baru itu, blog lainnya, Workerholic, justru terlantar. Ini nama serikat pekerja Hukumonline, di mana saya jadi ketuanya.

Duh, susahnya ngurus organisasi. Eh, ngurus blog. Tapi saya pasti bisa sepanjang semangat tetap berkobar.

Persatuan bagi pekerja media!
Pekerja media seluruh negeri, bersatulah!

2 responses to “Ngurus Satu Blog Lagi

  1. Halo! Salam kenal.
    Kalau blog, apakah termasuk media independen?

    Meskipun saya tidak masuk kualifikasi untuk menjadi anggota, saya tertarik untuk berpartisipasi. Sekedar ingin bantu-bantu teman jurnalis.

  2. Marisa,
    Salam kenal. Menurutku blog juga merupakan media. Dibikin untuk dibaca dan dinikmati orang banyak. Bahkan ada fitur interaktif melalui comment field. Blog memang cenderung self-centered alias luapan pikiran dan perasaan pribadi si blogger. Tapi tak jarang pula jurnalis menuangkan karya mereka ke dalam blog.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s