Terkait

Semua hal dikait-kaitkan. Tapi makin tak jelas apa kaitannya.

Saya anggap hal ini penyakit. Yah, penyakit bagi wartawan. Penyakit itu adalah latah, meniru-niru istilah narasumber. Khususnya pejabat. Banyak pejabat yang senantiasa menggunakan kata “terkait”. Ini nih misalnya:

– “Kami sedang berkoordinasi dengan instansi terkait.”

– “Dia terkait dengan kasus suap.”

– “Polisi menangkap pimpinan sebuah laskar terkait dengan kerusuhan.”

So, kaitannya apa? Serignkali jurnalis tak gamblang menggambarkan, memetakan, menyajikan informasi apa yang sebenarnya terjadi. Terkait, terkait, terkait. Semuanya dikait-kaitkan. Tapi kaitannya seperti apa?

Instansi terkait, instansi apa saja? Polisi menangkap seorang tokoh terkait kerusuhan. Kaitannya apa? Masih kabur dan hanya menyuburkan spelukasi. Sekali lagi: kaitannya apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s