Edit Sepuluh Berita

Saya merasa habis. Badan ini tertelan rasa capek. Larut malam, tepatnya Kamis pukul satu dini hari (5/6) baru saya beranjak pulang dari kantor.

Rabu (4/6) kemarin saya harus mengedit banyak berita. Pagi hingga siang ada enam berita yang belum terpublis. Tidur barang sejenak di kursi. Bangun, sudah pukul dua siang. Ada laporan lagi yang masuk via email. Harus edit lagi untuk unggah lagi.

Yap. Saya kerja di sebuah situs berita. Meski online, kami tidak menganut berita sekecap-dua kecap. Berita kami langsung utuh kayak berita media cetak. Bayangkan, lay-out di aplikasi Word (entah Microsoft atau Linux dan open source lain), rata-rata dua halaman. Jenis font Verdana, besarnya 10. So, sama saja rata-rata 3.000-an karakter per berita. Kayak satu buah berita utama di koran-koran. Atau, hampir satu halaman untuk majalah -majalah rata-rata per halaman 3.500 karakter plus gambar.

Sore hingga malam saya nambah sunting empat berita. Plus satu berita singkat. Beberapa di antaranya menarik. Masih soal FPI. Ada pula kasus hak cipta naskah drama karya seniman (alm) Asrul Sani. Saya coba jaga interaksi dan beri masukan kepada penulis berita yang bersangkutan.

Sejak jadi redaktur, jam kerja serasa makin nambah. Hehehe. Namun saya merasakan ada yang hilang. Saya tak sempat lagi menulis berita sendiri. Justru itu yang perlu saya lakoni, untuk merawat kemampuan dan ketrampilan menulis.

Saya merasa tulisan saya belum bagus dan memuaskan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s