Nyuci dan Nyetrika

Dua kerjaan rutin yang menyita waktu weekend saya.

Akhir pekan bagi saya bukanlah hari libur. Setelah begitu penat menjalani rutinitas kerja yang makin berjibun, saya kudu memberesi pakaian yang bertimbun. Apa lagi kalau bukan mencuci dan menyetrika?

Sejak jadi redaktur, kerjaan makin bertambah. Edit tiga-empat berita saban hari. Belum lagi saya harus menulis berita sendiri. Datang tiap pagi dan pulang tiap larut malam adalah rutinitas yang -jujur saja- membosankan plus menjenuhkan.

Saya redaktur bidang ekonomi. Tapi belum punya awak reporter di bidang ini. Maklum, semuanya berlatar belakang hukum. Isu ekonomi maupun bisnis saya sendiri yang kover. Ini yang sebenarnya membuat saya merasa kepontal-pontal. Apa sinonim dari kata bahasa Jawa ini? Pontang-panting, something like that lah.

Akhir pekan sebenarnya -harusnya- menjadi oase penyejuk tempat di mana saya bisa istirahat sejenak dalam mengarungi padang pasir dunia kerja di ibukota yang makin menjenuhkan ini. Ups, sayang, I have to laundry and iron my clothes myself.

Mungkin harus saya nikmati, layaknya slogan sebuah iklan sabun cuci: I Love Nyu Nye…

3 responses to “Nyuci dan Nyetrika

  1. hehe…tipikal orang sibuk dan sendirian. weekend nyuci n setrika.. I love nyunye (pdh jenuh jg sih..)

  2. Iya juga sih… habis gak punya pembantu sih hehehe

  3. Wah! No solution dari gw!Mau ngusulin: Baju kagak usah diganti2, kebangetan juga. Baju kagak usah dicuci, lgs dibuang aja habis dipake, lebih belagu lagi.
    Jd, enjoy yr lovely weekend rutinity aja deh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s