Beberapa Kekecewaan dari Film Forbidden Kingdom

Inilah kali pertama Jacky Chan satu layar dengan Jet Li. Duet dan duel dua pelaga kondang ini sudah lama saya nanti. Namun, dalam beberapa hal saya justru kecewa. Loh?

Saya nyolong waktu melarikan diri dari rutinitas kerja yang makin lama makin bikin bosan dan eneg. Senin hari lalu saya ke bioskop terdekat dari kantor, Setiabudi One. Tujuan saya jelas. Mau lihat aksi Jet Li dan Jacky Chan.

Aksi mereka memang memukau dan bikin decak kagum. Saling lempar dan saling tukar jurus saat duel benar-benar menghibur. Jacky begitu fasih, lebih menguasai -menurut saya- jurus dewa mabuk jika dianding Jet Li. Gerakannya lebih gemulai, daripada gerak Jet Li yang kaku. Sayang, pertempuran dua jagoan itu hanya singkat.

Jacky sudah lama memerani pendekar pemabuk lewat film-film jadulnya. Memang dalam hal ini, dia lebih elok daripada aksi Jet Li melakoni Wong Fei Hung memeragakan jurus yang serupa. Saya justru lebih suka aksi Jet Li merapal jurus Tai Chi -seperti dalam film Tai Chi Master dan Kung Fu The Cult Master. Kaku, namun bertenaga. Dalam film ini, jurus itu tak nampak.

Antara Jet Li dan Jacky Chan saling berbalas jurus belalang sembah, cakar macan, bangau, elang, dan tentu saja dewa mabuk yang sohor itu.

Namun sayang, aksi nekat non-stunt yang jadi andalan Jacky diganti dengan berbagai polesan efek visual. Ini jelas mereduksi keunggulan Jacky. Jacky selalu beraksi menawan tanpa bantuan visual effect. Jacky selalu ditunggu aks-aksi edan berbahayanya. Sayang, aksinya melompat kelihatan bahwa itu trik kamera.

Jet Li tetaplah Jet Li yang ngotot memerankan lakon sempurna: selalu menang dan mendominasi. Dia memerani tokoh Kera Sakti yang tak pernah kalah. Paling kuat. Sedangkan Jacky tetaplah Jacky yang konyol dan penuh slapstick. Jacky rela “dikalahkan” oleh Jet Li yang “serba kuat”. Misalnya, ketika Jacky sembahyang memohon hujan, doanya “terkabulkan” dengan terkucuri air kencing Jet Li yang jahil.

Ada lagi satu hal yang bikin saya bertanya-tanya. Pertama kali Jet Li, si pendeta pendiam, berkuda putih. Lalu, dalam adegan kejar-kejaran dengan penyihir berambut putih Si Serigala, kuda pendeta pendiam sudah berganti coklat. Ke manakah si kuda putih?

Terlepas dari itu, film ini cukup menghibur dan melegakan rasa penasaran para penggemar, kapan dua pentolan film laga mandarin ini bisa ngumpul dalam satu layar. Saya berobsesi, bisakah semua pentolan film mandarin berkumpul? Ada Andy Lau, Aaron Kwok, Sammo Hung, Jacky Cheung, Ekin Cheng, Stephen Chow, Tonny Leung, Chow Yun Fat, serta tentu saja Jacky Chan dan Jet Li. Tentu si produser dan sutradara bakal repot membagi peran masing-masing…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s