Gak Nonton Proliga Tahun Ini

Gempita grand final Proliga Minggu kemarin tidak saya nikmati.Akhirnya Jakarta PB2 Sananta keluar sebagai jawara putra dan Surabaya Bank Jatim mempertahankan gelar juara putri. Sayang, saya tidak menonton partai puncak itu. Saya lewati hari Minggu itu mengantar pulang Mur yang mau ke Yogyakarta.

Seharian kami lalui di bilangan Joglo, kompleks perumahan Departemen Dalam Negeri. Kami pergi ke rumah kakaknya. Enak juga menikmati suasana perumahan. Tak serame situasi kantor di hari kerja. Banyak anak bermain di pelataran. Serasa fresh menyepi sejenak.

Kembali ke smash. Proliga tahun ini bagi saya konyol. Lagi-lagi wibawa olah raga kita patut dipertanyakan. Betapa tidak? Beberapa kali terjadi kasus walk-out peserta yang tidak mau melanjutkan pertandingan. Kepemimpinan wasit jadi alasan. Kedewasaan insan olah raga juga patut digugat. Sportivitas jadi barang usang, yang penting adalah hasil menang. Entahlah. Saya sendiri tak tahu apa masalah utama di bidang olah raga tanah air.

Minggu malam itu kami lewati bilangan Senayan menuju Stasiun Gambir. Biarlah saya lewatkan final tahun ini. Semoga kualitas kompetisi tahun depan jadi lebih baik. Hidup voli Indonesia…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s