Ada Dosa Lebih Besar daripada Ngamplop

Anda pikir wartawan terima suap atawa amplop adalah makhluk yang paling nista?

Memang benar -setidaknya menurut keyakinan saya. Amplop atau sogokan bagi wartawan adalah haram. Perusak kredibilitas. Racun independensi. Kontra-revolusi (loh-loh-loh kok jadi sok kiri begini yah). Sampah jurnalisme.

Namun ada satu lagi dosa yang lebih besar daripada amplop. Yang tak termaafkan. Yang paling tinggi derajat kekejamannya. Yakni jika Anda membuat kabar bohong. Plagiat. Jiplak. Plintir. Dan sejenisnya. Anda tak pantas sama sekali menjadi wartawan. Lebih baik segera mempertimbangkan untuk banting setir cari profesi lain. Kata Christine Hakim sewaktu melakoni Tjoet Nyak Dien, “Jangan bikin malu kaum.”

Catatan: tulisan ini hanya sebagai saluran muntahan kekesalan hati kepada seorang redaktur pelaksana sebuah media. Daripada membatu di dalam jantung.

2 responses to “Ada Dosa Lebih Besar daripada Ngamplop

  1. Yacob yang idealis…
    Luar biasa!
    Chayo!

  2. Yuhuu… aku membayangkan mukamu sedang mencak-mencak sendiri ga karuan. Pasti seru kawan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s