Kucing itu Tanpa Hidung

Darah segar menetes… Hidungnya copot bersana bibir atas…

Sekali lagi aku sudah muak melihat penderitaan kucing. Kali ini menimpa kucing “liar” di sekitar kantorku, di bilangan Kuningan. Dibilang liar juga gak bisa karena setiap kali kudekati dan kuelus dia selalu menikmatinya dengan jinak. Warnanya merah coklat semu hitam. Betina. Beberapa waktu lalu tengah hamil. Kali ini perutnya kempis.

Entah apa yang menimpanya. Mungkin dikerah anjing. Mungkin berantem denan kucing yang lebih kuat. Mungkin tertabrak mobil. Mungkin ada orang yang mencelakainya.

Hidungnya krowak, berdarah. Darah merah lamat-laat berubah coklat. Pun bibir atasnya. Terlihat giginya menggigit lidah menahan sakit. Mata sebelah kiri memejam tak mampu melihat. Aku kasih dia dua kerat ampela ayam yang kubeli dari tukang bubur. Tak bisa dia makan. Aku geram. Tak mampu berbuat apa-apa.

Mukanya memelas. Dan tubuhnya makin melemas…

3 responses to “Kucing itu Tanpa Hidung

  1. oalah .. Yacob, kasian banget sih kucingnya itu !

  2. Yacob, kok lama sih nggak mosting yang baru? udah seminggu lebih loh!
    Ditunggu ya…

  3. @bram: iyah, kasian banget. sampe sekarang dia gak keliatan lagi…

    @upik: waduh sabar yah… sorry… lagi nyetem mood dulu hehehe… lagian lagi (sok) sibuk nulis berita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s