Futsal, Inggris Bukan Jagonya

Negeri yang dipercaya melahirkan sepak bola ini rupanya kurang cocok melakoni sepak bola dalam ruang alias futsal.

Baru saja hajatan Piala Dunia Futsal usai digelar. Sepuluh negara kontestan sudah mengucurkan keringatnya berjuang mati-matian. Mereka antara lain tuan rumah Malaysia, Thailand, Indonesia (aha…), Iran, Cina, Belanda, Inggris, Australia, Argentina, dan Brazil.

Saya sih cuma mengikutinya sekilas-sekilas. Kabar terakhir Brazil ketemu Argentina di final. Brazil menyikat Australia 7-0 di semifinal dan Argentina menghajar Thailand -si penguasa Asia Tenggara- 5-3. Minggu lalu (3/2) final digelar. Argentina sebagai juara bertahan tentu akan seru melawan tim superior yang tak pernah kalah dalam babak penyisihan. Argentina sempat ditahan Australia 3-3 dalam perebutan tiket empat besar.

Yang menarik adalah kehadiran Inggris. Rupanya negeri big band ini tak banyak berkutik. Bahkan duduk di dasar klasemen grup. Inggris satu pot dengan Malaysia, Indonesia, Australia, dan Argentina. Lawan Australia, kok yah bisa-bisanya dihajar 6-1. Lalu lawan tuan rumah Malaysia, keok 6-2.

Ada apa yah? Nampaknya gaya kick and rush alias asal tendang ke depan dengan bola panjang kurang oke diterapkan di lapangan mini. Sepak bola Inggris juga dikenal keras, tak secengeng Italia. Namun, praktek sliding tackle sangat dilarang keras dalam futsal. Futsal juga meminimalisir body charge yang kasar. Lima kali pelanggaran, untuk pelanggaran selanjutnya langsung dihukum penalti. Tentu saja para pemain Inggris tak bisa leluasa memeragakan sepak bola keras dan cepat -yang sebenarnya enak ditonton dalam Liga Inggris. Permainan futsal juga cenderung atur tempo. Bola-bola pendek tik-tak namun tak putus mengalir dengan sabar digulirkan dari kaki ke kaki para pemain. Tentu gak matching dengan gaya Inggris tadi: kick and rush.

Walhasil, Inggris harus menghuni dasar klasemen grup. Di grup seberang, Cina -negeri yang dipercaya justru mengenal sepak bola lebih kuno daripada Inggris- juga mendekam pada posisi paling bawah. Nampaknya negara-negara penemu sepak bola belum banyak bicara dalam kancah kejuaraan futsal ini…

Indonesia? Tak jelek-jelek amat. Negara kita masih bertengger di papan tengah, satu strip di atas Inggris.

One response to “Futsal, Inggris Bukan Jagonya

  1. Update info: Dalam final, Brazil melumat Argentina 4-0. Dengan demikian kiper Tiago melanjutkan kegemilangannya menuai clean sheet alias steril dari kebobolan.

    Indonesia rupanya mengungguli Inggris 7-2 pada penyisihan grup. Satu-satunya konsolasi untuk negeri Sungai Thames ini adalah kemenangan 7-3 atas Cina dalam perebutan peringkat 9 dan 10 alias final bowl -dari total peserta 10 negara. So, Inggris, berbenah dong…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s