Susahnya Berbulu Lebat (?)

Kaum Adam (atau Hawa juga) yang dikaruniai bulu lebat -tepatnya rambut, karena kita makhluk Mamalia sedangkan bulu untuk unggas alias Aves- jangan berbangga hati dulu. Bulu lebat di tangan dan dada biasanya identik dengan kejantanan. Tapi kalau lagi harus infus…

Saya gak punya bulu di dada. Cuma agak lebat di tangan dan kaki, tentunya. Tatkala harus menerima vonis demam berdarah, bayangan saya langsung tertuju pada opname dan slang infus.

“Wah, tangannya berbulu lebat. Susahnya kalau cabut infus nanti sakit, Mas,” celetuk seorang suster Sint Carolus kepada saya ketika dia hendak memasang infus. Dia cari-cari lokasi yang tepat, akhirnya ketemu punggung tapak tangan kiri. Kala itu hari Sabtu, 26 Januari 2008.

Empat hari berselang, waktu berganti menjadi Selasa, 29 Januari 2008. Waktu yang mendebarkan bagi saya tiba. Senang bercampur tegang. Pertama, saya gembira saya dinyatakan pulih. Kadar trombosit memadai.  Saya boleh pulang. Namun, kedua, saya harus menghadapi penderitaan terakhir, cabut infus. “Maaf yah Mas. Nanti agak sakit karena banyak bulunya,” demikian ujar seorang suster. Bukannya membawa ketenangan, malah terkesan menakut-nakuti bagi saya.

Tapi rupanya tak sesakit yang saya kira. Kupas plester berlalu begitu saja. Beberapa tetes darah yang ikutan keluar diusap si suster. Pun tak terasa. Ah, ternyata lebih sakit kupas koyok Salonpas dari tengkuk…

4 responses to “Susahnya Berbulu Lebat (?)

  1. aureliaclaresta

    hahahaha…. lucu…
    salam kenal mas… aku manajemen 2005 feb ugm
    mantan EQ juga ^^

  2. Makasih Lia atas komen-nya. Padahal gak bermaksud buat melucu. Hehehe…

  3. Wah…blognya Yacob kereeenn!
    Udah menelurkan 14 ribuan posting? ckckcck!
    Ruaarrrr biasaaaa!!!

    Baru dirawat tho? Kok nggak lapor2 sih? Padahal kan Carolus deketen ma Kwitang…
    Kalo dikasitau kan gw bisa bantu ngelepas plester infusnya Yacob ;-p

  4. Upik,
    Ah biasa saja. Masih banyak blog yang punya hits pesat. Lu mau bantu gue nglepas plesternya? Hehehe makasih Pik. Kapan kita ngumpul lagi? Buka puasa kemaren gak jadi kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s