2008, Kemerdekaan Pers (tetap) Suram

Dewan Pers, Lembaga Bantuan Hukum Pers, Aliansi Jurnalis Independen senada: kemerdekaan pers tahun ini masih buram. Berkaca pada pengalaman 2007. Kekerasan dan jalur hukum masih menghantui kalangan media.

Selama sepekan ini saya dan Mona Bidayati menulis tiga berita soal kebebasan pers. Ketiganya dimuat di situs berita Hukumonline, tempat kami bekerja.

Berita pertama, kami menulis kalangan peradilan (jaksa dan polisi) getol main Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Padahal di sisi lain, sudah tersedia Undang-Undang tentang Pers, UU 40/1999.

Kedua, selain lebih sukanya penegak hukum memakai KUHP, pemerintah sendiri mempersiapkan versi yang lebih buruk revisi UU Pers -dengan menghidupkan kembali kekuatan sensor dan bredel. Syukurlah, wacana itu kembali masuk peti es.

Ketiga, kami menulis ada beberapa Rancangan Undang-Undang (RUU) yang krusial. Ada RUU Pemilu yang melarang pemberitaan pada “masa tenang”; ada RUU Kebebasan Memperoleh Informasi Publik (RUU KMIP) yang mendapat hadangan dari perusahaan milik negara; ada pula RUU Rahasia Negara yang bakal menghadang kebebasan memperoleh informasi. Ketiga RUU ini dipatok dan diprioritaskan selesai pada 2008.

Kalangan media dan pecinta kemerdekaan pers harus bersiap-siap mengawal tahun ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s