Kucingku Si Hitam Pergi

Rumah Pati ini serasa sepi. Semua kucing pergi. Si Hitam dibuang ibu ke Pasar Puri.

Kucing kecil anaknya Si Mila ini memang bandel. Sebuah vas di meja dia pecahkan. Dia cewek. Tapi nakal bukan mainan. Suka berlarian, menubruk, dan memecahkan tetikus (mouse) laptop saya. Pernah pula dia hampir saja kecebur di ember besar yang penuh air. Bayangkan, bisa jadi berabe dia. Gak bisa renang kan?

Rutinitas saya sewaktu cuti sebulan menemani Ibu adalah memberi makan kucing-kucing. Ada Si Hitam, Mila ibunya yang sedang hamil, Behek pamannya, dan Dikin pamannya. Behek dan Dikin hanya pulang kalau makan.

Saya kembali ke Jakarta barang sejenak. Dan pulang lagi pada liburan Idul Adha dan Natal ini. Namun rumah yang saya temui tak ada lagi gejolak ramainya meong-meong si pus.

Kini Si Hitam (kakinya putih kayak pakai sepatu dan moncong serta perut-dada juga putih, persis tokoh kucing Tom dalam Tom and Jerry) itu dibuang Ibu ke pasar. Suasana sepi. Mila entah melahirkan anaknya di mana. Tak pulang. Behek juga tak datang. Hanya Dikin yang kian rutin pulang. Padahal dulu, sebelum saya kasih makan dengan teratur, dia jarpul banget alias jarang pulang.

Nasi urap ikan pindang pun kini banyak tersisa. Dan ketika tidur juga tak ada yang saya keloni lagi. Padahal saya suka ngusilin Si Tom Cewek.

2 responses to “Kucingku Si Hitam Pergi

  1. wah..suka kucing juga ternyata..hehehe..

  2. Iya dek Evan… suka si pus gak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s