Selamat Hari Raya Idul Adha 1428 Hijriyah

Ibrahim (dengan nama apapun: Abraham, Ephraim, Avram -kayak nama pelatih Chelsea) jauh waktu yang lalu, dengan samudra kepasrahannya hendak menggorok anaknya sendiri. Islam meyakini yang hendak dia sembelih Ismail, pemegang Injil percaya yang akan dia belek adalah Ishaq (Isaac). Serah-diri ini dibayar lunas oleh Sang Pemilik Segala. Putra kesayangan diganti dengan domba.

Bukanlah darah dan daging hewan kurban itulah yang sampai ke hadirat-Nya. Melainkan rasa ikhlas itulah yang bakal tercatat dalam buku amal. Sama halnya dengan cikal bakal manusia (craddle) Adam. Dua putranya, Habil (Abel) dan Qabil (Cain), diuji dengan pengorbanan. Habil si peternak menyerahkan hewannya yang gemuk sedangkan Qabil si petani menyerahkan panennya yang kering. Bukan bobot ragawi yang dipertimbangkan-Nya. Melainkan keikhlasan kita dalam berpaling dari gemerlap harta dunia. Haruskah mencintai dunia sedemikian rupa hingga kita harus melupakan-Nya?

Di waktu duha, ketika matahari setinggi tombak lebih, kira-kira pukul 8-10 pagi (karena itulah disebut Idul Adha, hari duha), segenap golongan tiada beda. Kambing, sapi, kerbau, atau unta bertumbangan. Pertanda insan harus mampu “membunuh” nafsu kebinatangannya. Sebagai imbalan, semua berhak atas daging kurban yang sama. Indahnya berbagi rezeki…

Sayangnya aku kehabisan tiket bus mudik. Untuk kali keempat, aku lebaran kurban di tanah Betawi…

One response to “Selamat Hari Raya Idul Adha 1428 Hijriyah

  1. Pingback: Akhirnya, Lebaran Kurban di Pati « My Thought, My Activism, My Life, Myself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s