Hati-Hati Membuat Judul – Melirik Sebuah Berita Okezone

Yang diancam dibunuh pelaku atau korbannya sih?

Silakan simak berita yang saya kopi-tempel apa adanya dari situs berita Okezone di bawah ini.

Saya jadi bingung melihat judulnya. Apakah yang diancam dibunuh adalah si pelaku? Dia bertindak cabul dengan terpaksa karena kalau tidak melakukannya akan dibunuh oleh pihak lain?

Atau si korban pencabulan yang diancam oleh si pelaku? Kalau tidak melayani nafsu pelaku, si korban akan dibunuh?

Selain hal substansial soal judul tadi, sayang, sekali lagi, media memapar (expose to) dengan gamblangnya, layaknya film porno, identitas pelaku yang masih usia muda dengan telanjang dibeberkan begitu saja.

Ini masih dalam tahap laporan ke kepolisian loh. Belum ada sidang yang putus. Boleh lah kalau sudah ada ketuk palu dari hakim, wartawan menuliskan nama lengkapnya, alais kalau sudah jadi terpidana. Seharusnya jurnalis cukup menuliskan inisialnya. Kecuali jika dia penjahat kambuhan yang sudah seringkali langganan hotel prodeo. Atau figur yang sudah terkenal (misalnya artis yang kedapatan main narkoba?) yang tak mungkin lagi disembunyikan identitasnya.

Selasa, 4/12/2007 – 10:08 WIB
Diancam Dibunuh, Pelajar SMU Cabuli Pelajar SD
KULONPROGO – Entah apa yang ada dibenak Ristiyanto (19). Pelajar SMU di Kabupaten Kulon Progo ini nekat mencabuli temannya sejak satu tahun lalu, sebut saja Bunga (15), yang saat ini tercatat sebagai pelajar salah satu SMP di Kulonprogo.

Kejadian pencabulan yang telah berlangsung sejak Bunga duduk di bangku SD. Pencabulan ini terungkap saat bunga tidak tahan lagi terhadap perbuatan Ristiyanto dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua korban. Mersas geram, orang tua BUnga melaporkan kasus ini ke Mapolres Kulonprogo Senin 3 Desember kemarin sekira pukul 10.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Kulonprogo AKP Suhadi saat dikonfirmasi mengatakan, dari hasil pemeriksaan saksi korban, kejadian pencabulan terkahir kali dilakukan pada 16 November 2007 lalu dirumah pelaku tepatnya di dusun Tonobakal, Desa Hargo Mulyo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo.

“Di rumah pelaku, korban dipaksa melayani nafsu pelaku. Pelaku mengancam jika tidak melayani, maka korban akan dianiaya dan dibunuh. Karena takut dengan ancaman pelaku, maka korban menuruti kemauan pelaku,” ujar Suhadi saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (4/12/2007).

Dia menembahkan, pelaku dan korban sudah kenal sejak SD. Karena pelaku bersekolah satu SD dengan korban.

“Kejadian perbuatan pencabulan itu telah dilakukan beberapa kali, namun korban takut melaporkan perbuatan pelaku kepada orang tuanya. Korban baru melaporkan setelah beberapa hari yang lalu ketika pelaku nekat mengulangi aksi pencabulan kembali,” kata Suhadi

Lebih lanjut Suhadi menyatakan, petugas saat ini tengah memeriksa saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Jika dari keterangan saksi tersebut ada indikasi kuat pelaku melakukan pencabbulan, tambahnya, maka petugas akan segera menangkap pelaku.

“Kita saat ini baru melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari pihak korban maupun keluarga korban. Jika keterangan nantinya kuat mengarah pencabulan, maka pelaku akan segera kita tangkap dan kita proses,” tandasnya.
(Daru Waskita / Trijaya / kem)

6 responses to “Hati-Hati Membuat Judul – Melirik Sebuah Berita Okezone

  1. mosok mas ndaru sampai salah bikin judul, jgn2 karena newsroom-nya okezone kesusu bikin judul biar nggak kalah cepet sama detikcom😉

  2. oh ya, salam kenal ya mas…

  3. Salam kenal juga Mas Indra. Makasih sudah mampir. Sorry baru dibalas comment agak lama soalnya beberapa hari ini gak ke warnet. Hehehe…

    Saya sendiri masih seringkali silap dan alpa dalam membuat karya jurnalistik. Karena itulah, untungnya, ada mekanisme ralat. hehehe…

  4. Berita itu ngawur semua…?

  5. haaa… diancam dibunuh, pelajar SD terpaksa melayani pelajar smu… panjang banget ya judulnya..

    eh satu lagi, sy kok tertarik penggunaan kalimat ‘pelajar SD dan pelajar smu’. kok konotasinya jadi pada semua murid-2 smu dan sd ya? apa gak sebaiknya pake kata oknum?? halahh kalau mau dibahas jd panjang yaa……. DL biasanya memang sering menumpulkan otak pekerjanya.. 🙂

  6. Judul dengan awal kata kerja pasif juga kurang pas menurut saya. Pertama, kata kerja pasif kurang menggigit daya dorongnya. Kedua, kata kerja pasif juga menyembunyikan pelakunya. Yang terpapar adalah si penderita. Ahhh… kejar deadline dulu ahhh… hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s