Ti Harus Pindah Sekolah

“Jangan dicibir yah Dik. Jalan hidup saya memang begini.”

Minggu siang itu (2/12), kembali Mbak Ni ke rumah kami.  Dia mau ambil semua barang yang tersisa yang masih tertinggal di rumah kami. Putusan sidang perceraian sudah turun. Hak asuh anak jatuh padanya. “Sebenarnya saya masih berharap Mas Ri masih bisa menerima kami balik,” curhatnya kepada Ibuk.

Ni kukuh pergi ke kota S, sebuah kota dekat daerah penghasil susu sapi. Di sana dia sudah dicarikan rumah kontrak oleh kakaknya. Konsekuensinya, Ti, anak sulungnya ikut juga. Dan pindah sekolah. “Yang penting sudah ada sekolah yang menerima dia,” ujar Ni kepada kami ketika mau pamit.

Sebelum meninggalkan kami, Ni berpesan kepada saya, “jangan dicibir yah Dik. Jalan hidup saya memang begini…”

Mbak Ni dan keluarga, kami memang tak akan pernah mencibir kalian. Doa kami semoga kita menemukan jalan kehidupan yang lebih baik dan lebih terang.

Catatan: tulisan ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya, Sehari Menjadi “Ayah”, di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s