Hujan pun Turun Juga

Pati yang begitu panas, Pati yang begitu gerah. Beberapa hari tak hujan. Kini dua malam terakhir renyaimu jatuh juga… Termasuk pada Senin malam tadi (26/11).

Ibu bilang, “Kasihan pedagang kaki lima yang jualan di alun-alun.” Jelas saja. Mereka jualan hanya beratap tenda atau terpal. Tak jarang para pembeli harus rela lesehan di atas tikar. Apa jadinya kalau hujan turun? Rezeki mereka tentu tak sesegar air hujan.

Namun di sisi lain, kaum tani bakal bersorak nian. Kodok pun bernyanyi riang. Sudah berapa lama dalam bulan ini, hujan genit tak kunjung datang juga. Hanya mendung menggoda tersenyum nakal menggantung di lazuardi.

Saya yang sumuken ikut senang juga. Seusai hujan saya jajan nasgor Pak No, menikmati suasana malam dan jejalanan yang sudah senyap. Bau tanah begitu harum…

2 responses to “Hujan pun Turun Juga

  1. ==Saya yang sumuken ikut senang juga.==

    sumuken itu basa apa sih? :p

  2. sumuk tuh artinya gerah Mas Anton. Dari bahasa Jawa. Hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s