Nyekar Makam Bapak (dan Nenek)

Jumat pagi (23/11). Jarum jam pendek belum menembus angka sembilan. Pekarangan kompleks kubur Segaran, Dusun Kaborongan Kelurahan Pati Lor kala itu senyap. Hanya dua orang pria dan seorang perempuan paruh baya yang merawat sarean itu.

Tujuan saya hanya satu: mengunjungi kalian, Mbah Siti Mutmainah dan ayah, Haryanto. Mbah Siti meninggal ketika saya masih kelas dua SD. Sedangkan ayah baru saja meninggal bulan puasa silam, 3 Oktober 2007. Tepatnya hari ke-21 Ramadan 1428 Hijriyah.

Hanya doa yang bisa saya kirimkan untuk kalian. Semoga menjadi penyejuk di alam gelap sana. Gundukan kubur Bapak ditumbuhi pohon pete cina yang masih pendek. Ada juga pohon muda kenanga. Makin rungkut saja. Tapi tak mengapa. Semoga kalian tenteram terbaring di sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s