Ngidam Madu…

Ketika jarak harus terbentang. Ketika malam berselimut kelam. Tusuklah dia dengan jarum cintamu. Hingga lubang gemintang kilau memancar. Kau di sini, dia di sana. Toh memandang langit yang sama.

Umpama sliramu sekar melati
Aku kumbang nyidam sari
Umpama sliramu mergi, wong manis
Aku kang bakal ngliwati

Sineksen lintange luku semono
Janji prasetyaning ati
Tansah tumantel ning netra rinasa
Kerasa rasaning driya

Midera sejagad raya
Kalingana wukir lan samudra
Ora ilang mamanise, aduh
Dadi ati selawase

Nalika nyira ing dalu atiku
Lamlamun nyira, wong ayu
Nganti mati ora bakal lali
Lah kae lintange mlaku

Seandainya dirimu kembang melati
Akulah kumbang yang mendambakan madu
Umpama dirimu jalan, hai manis
Aku yang akan melewatinya

Disaksikan rasi bintang luku kala itu
Janji kesetiaan hati
Begitu lekat di mata terasa
Hingga terasa di dada

Walau harus mengelilingi dunia
Meski terintang gunung dan lautan
Tak kan hilang manismu, aduh
Dalam hati selamanya

Tatkala di malam hari hati ini
Melamunkan dikau, hai cantik
Hingga mati tak pernah terlupa
Lihatlah si bintang berjalan

Nyidam Sari, dipopulerkan oleh seniman Gunungkidul, Manthous.

One response to “Ngidam Madu…

  1. Memang sartra jawa begitu indah dan kaya. Sayang jika kini kalah oleh bahasa indonesia dan inggris yang terbilang bahasa baru dan miskin kosa kata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s