Artis Cilik: Perburuhan Anak?

Betapa bangganya, mungkin, jika saya, Anda, atau orang dekat kita sudah mampu menjamah rezeki di usia dini. Namun, hei, apakah ini bentuk (halus) eksploitasi anak? Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) punya istilah child labour alias perburuhan anak. Perburuhan anak merupakan bentuk eksploitasi anak dan perampasan hak asasi mereka. Perburuhan anak adalah pemakaian tenaga bocah, yang mana si ibnu umumnya tak punya pilihan lain selain bekerja membantu keluarganya. Anak seusia itu sudah kudu menanggung beban kehidupan, bekerja sepanjang waktu sehingga mereka terampas waktu bermain dan belajarnya. Mereka juga dipersamakan bebannya dengan orang dewasa. Tak jarang anak juga turut terpapar risiko keselamatan kerja. Meski risikonya sama dengan orang dewasa, bahkan lebih besar, belum tentu upahnya juga setara. Lantaran usia dini dan minim pengalaman itulah, banyak majikan mengupah mereka rendah.

Umumnya anak yang terjerat perburuhan berasal dari keluarga miskin. Mereka terjebak oleh keadaan, senantiasa kekurangan, sehingga sepanjang hari bahkan tanpa jeda libur mereka harus kerja. Ada anak yang menjadi pemetik pucuk daun teh. Dia harus berlari naik-turun pegunungan, berjalan setidaknya satu mil bolak-balik menuju kebun dan pabrik pengepakan. Ada juga anak yang harus jadi pemulung. Berangkat dini hari sebelum orang-orang bangun dari buaian mimpi serta pulang malam hari tatkala orang-orang hangat dalam rengkuhan rumah. Tak jarang, mereka harus memamah makanan bekas dan basi demi mengganjal lambung. Ada juga yang bekerja di pabrik garmen hingga larut malam. Minim fasilita zonder asuransi. Makan hanya sayur seadanya dan sebutir telur rebus. Ada pula yang melakoni hayatnya menjadi pemintal karpet. Kalau jemarinya tersayat mesin penenun, lukanya ditaburi bubuk korek. Lantas disulut supaya kulit yang terkoyak segera kembali merapat.

Perburuhan anak membuat mereka berisiko terancam keselamatannya pun terampas masa tumbuh-kembangnya pula terbang sudah waktu sekolahnya. Keamanan, pertumbuhan mental, moral, dan fisik, serta kesempatan mengenyam pendidikan terbuang. Sebabnya, mereka harus bekerja sepanjang hari tak pernah henti, demi mengais setiap sen upah minim. Itulah kriteriaburuh anak.

Umumnya anak-anak tak pernah menikmati situasi semacam ini. Eksploitatif dus membahayakan. Namun, bagaimana jika dalam hal mereka menikmati pekerjaan? Anak-anak sudah mengeruk uang di usia muda? Jadi artis misalnya. Atau jadi selebritis. Tak sedikit anak yang rela sekolahnya terlantar karena jadwal yang terlalu padat. Mayah Estianty alias Maia Ahmad sempat mencak-mencak mendamprat sebuah produsen sinetron. Gembong band Ratu itu mejemput paksa ketiga anaknya yang sedang syuting sinetron di sebuah lokasi di Depok. Maia khawatir nilai rapor sekolah mereka makin terjun karena terlalu sibuk main di layar kaca (Nyata Edisi 1899 IV November 2007).

Selebritis cilik, mereka sudah menghirup nikmatnya aroma uang namun berpaling dari sekolah. Ini termasuk perburuhan anak gak yah?

Anak-anak seluruh negeri, bermainlah dan belajarlah.

2 responses to “Artis Cilik: Perburuhan Anak?

  1. Undian GRATIS VCD, Buruan

    Aku itukan punya VCD yang isinya profileku dari aku kecil, saat aku nyanyi, aku ikut lomba, aku sekolah, aku menari, aku wisuda sampai aku main wushu, pokoknya dan lain lain dech, yang di file PICTURE itu ada semua fotoku dan hasil karyaku plus prestasiku. Durasinya saja 43 menit.

    Buat semuanyanya yang mau tinggalin comment di blogku nanti aku undi, bakalan siapa yang menang. Semuanya gratis jadi tidak perlu ganti biaya produksi sama pengiriman, aku yang tanggung semuanya.

    Karena terbatas jadi nanti aku umumkan yang menang hanya sepuluh orang saja ya.

    Ayo buruan siapa tahu bisa menang, oh ya catatan buat muter VCDnya kalau pakai VCD Player sembarang merek bisa, tapi kalau pakai komputer jangan pakai Windows Media Player sama Winamp jadi harus selain itu. Kagak tahu tuch Oom Andi yang bikin kok bisa begitu.

    Sudah ya, aku tunggu commentnya di http://akuhomeschooling.wordpress.com. Terima kasih banyak ya.

    Cium sayang selalu dari Fafa buat semua

  2. salam,, sangat bagus apa yg disampaikan saudara, kebtulan sy juga lagi meneliti tentang tinjauan yuridis mempekerjakan anak dalam film
    http://scholarship4u.co.nr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s