Ku Ingin Bersamamu

Kesehatanmu menurun lagi. Dan aku merasa bersalah.

Pagi ini kita hirup udara segar bersama. Langkahmu mulai tertatih dan lekas letih. Gara-gara tensi darah yang meninggi. Katamu, karena banyak pikiran. Dan salah satu penyebabnya adalah aku. Kau ingin menikmati permainya bebungaan dan tanaman hias lainnya. Mungkin itu yang bisa menggites barang sejenak kebosanan yang menghinggap.

Jalan kaki bersama, sudah berapa lama tak kita lakoni. Dua puluh lima tahun sudah usiaku. Baru kali ini rasanya kita bergandeng bersama membelah jalan yang masih sunyi. Rasanya kembali ke masa kecil.

Hari demi hari akhir-akhir ini kita lalui dengan makan bersama. Hal yang jarang terjadi. Hanya terjadi di masa kecilku silam. Kau masukkan makanan dengan jemari tanganmu yang hangat.

Ibu, sepeninggal Bapak, hanya engkaulah yang berharga. Aku ingin bersamamu.

2 responses to “Ku Ingin Bersamamu

  1. Mas,aku sedih mendengar ibu turun lagi kesehatannya……entah apa yang bisa aku lakukan agar ibu bisa bahagia…….

  2. Doakan wae ben bisa lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s