Menghirup Malam nan Sepi

Kamis, hari pembuka bulan November. Malam hari itu angin semribit mengalir. Mendung menambal langit. Jalanan mulai lengang. Saat yang tepat menikmati panorama kelam.

Sama seperti bertahun-tahun yang lalu, selalu kunikmati malam bersama sepiring nasi goreng buatan Pak No. Sejak SD aku lahap nasgor dia. Malam-malam, setelah terkuras pikiran menyiapkan bahan ulangan sekolah. Selalu kubuang rasa lelah bersama nasgornya.  Terkadang ditemani pula oleh almarhum Bapak. Kali ini, ingin kuputar kembali nostalgi itu. Sendiri.

Perempatan Toko Lawet di Jalan Sudirman sudah sepi. Hanya beberapa kendaraan yang lalu lalang. Beberapa bus malam melaju kencang. Aroma tanah seusai hujan masih sedap menguar. Lampu jalan malas berpendar. Semua toko sudah tutup.

Sepi. Sejuk. Karena itulah aku menikmati malam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s