Sepotong Apartheid dalam Iklan

Seorang pria ganteng (baca: cowok metroseksual) bermasam muka dan membuang muka dari tatapan si gadis berkulit gelap. Lantas sang dara menyesali dirinya dan berpaling ke sebuah produk kosmetik pemutih kulit.

Hal demikian adalah santapan kita sehari-hari yang terpampang di media teve. Dengan kekuatan dengar-pandangnya, teve melakoni peran pembawa pesan dan kesan alias citra. Citra dapat dibungkus sedemikian rupa seolah-olah estetis dan etis. Sehingga, khalayak dengan mudah dan ketagihan menerima nilai-nilai yang diusung oleh iklan tersebut. Padahal, tak lebih dan tak kurang iklan adalah pembawa pesan (baca: nabi) dunia komersil. Apapun akan diperbuat asalkan roda omzet semakin kencang berpacu.

Lewat balutan citra estetis itulah, segala nilai mampu dibongkar. Segala cara terasa halal. Tak terasa dan tak sadar, praktek penindasan seperti apartheid pun makin keras berkumandang. Iklan membuat kita maklum dan membiarkan hal itu makin berlanjut dan terus terjadi. Seolah-olah gelap adalah buruk rupa seperti itik hitam (kayak Daffy Duck saja) yang terkucil lantaran hendak berkumpul bersama itik putih. Mana ada gagak kumpul dengan kuntul?

Iklan juga menawarkan mimpi. Segalanya bisa dicetak sesaat. Kulit gelap yang jelek ini bisa disulap menjadi lebih terang hanya kurang dari enam minggu. Setelah itu, merasalah wahai kalian kaum perempuan, menjadi ratu sejagad yang paling cantik.

Kalau mau dapat pasangan yang paling putih, sama sapi atau kambing saja. Mau?

2 responses to “Sepotong Apartheid dalam Iklan

  1. Pingback: Diskriminasi Warna « Hariadhi

  2. Mengapa konsep cantik hanya dilihat dari Warna Kulit yg Putih???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s