Abaikan Saja Cover Both Side (?)

Hanya lantaran tuntutan ketat deadline?

Bayangkan, deadline makin mendekat. Namun Anda belum punya konfirmasi dari ‘pihak lawan’. Halaman media Anda esok harinya tetap harus terisi berita. Mau tak mau, tulisan ‘setengah jadi’ ini kudu turun. Saat itu juga.

Esok harinya, berita Anda dibaca oleh khalayak. Namun masih ada yang kurang. Anda kurang sumber. Mungkin Anda yakin, edisi-edisi mendatang toh bisa menggiling berita hari ini. Dan mungkin saja keesokan harinya giliran ‘pihak lawan’ yang tampil. Oke. Tapi publik yang masih awam jurnalisme belum bisa menangkap maksud Anda.

Saya pun pernah mengalami hal serupa. Menulis Nike misalnya. Saya belum dapat statement dari pihak Nike, pun dari Hartati Murdaya. Beruntung kalau masih bisa mengutip media lain. Kalau ‘mati’ semua? Namun mau tak mau berita harus turun. Kalau tidak, kita sudah tertinggal dari berita media lain (yang juga belum tentu berimbang narasumbernya).

Dilema seperti ini kental terasa oleh media harian. Namun bukan kewajiban kita memperoleh statement dari kedua belah pihak. Yang jadi kewajiban adalah usaha kita. Dan itu harus dijelaskan. Misalnya, dengan menulis: “Hingga berita ini ditulis, kami belum berhasil memperoleh keterangan dari si Anu.”

Ah, sudah lah. Toh saya masih ingusan.

One response to “Abaikan Saja Cover Both Side (?)

  1. Pingback: Jadi Kepingin Tau Siapa Ibu Hartati Murdaya yang Diisukan Menerima Aliran Dana Century (Isu dari BENDERA) « Ariefmas's Weblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s