Liga Inggris ‘Hilang’

Mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Ade Armando berteriak, monopoli siaran Premiere League sangat melukai hak publik. Hingga kini, siapa yang tahu kalau pelatih ‘big mouth’ Jose Mourinho sudak tidak mengasuh The Blues Chelsea -sejak Kamis ini?

Saya suka liga ini sejak sekolah SMP. Kala itu saya ngefans berat pada Si Setan Merah Manchester United. Waktu itu MU masih diperkuat King Eric Cantona, Andrew Cole, Andre Kanchelskis si kereta ekspres (dan diregenerasi oleh Ryan Giggs), Bryan McClaire, Jordi Cruyff, Karel Poborsky (pahlawan Republik Ceko dalam Euro 1996), Ole Gunnar Solksjaer, Garry Palister, David May, Paul Ince, Roy Keane, Dennis Irwin, young guns Neville bersaudara, Nicky Butt, David Beckham, Paul Scholes, dan sederet nama lainnya.

Hingga keajaiban 1999 MU merengkuh treble winners: Juara Liga, Piala FA, dan Liga Champions. Waktu itu ada Jesper Blomqvis, Jaap Stam, Ronny Johnsen, atau siapa lagi saya lupa.

Astro kini telah merampas hak warga tersebut. Yang dipakai adalah otak dagang. Gua jual lu beli. Oke, kalau itu yang Astro mau, lantas apakah bisa mereka menjamin jangkauan hingga ke pelosok Indonesia? Atau hanya bisa dinikmati oleh kalangan jet set di kota besar saja? Sangat memuakkan.

Dan yang lebih ironis lagi, Astro mensponsori ulang tahun ke-13 organisasi yang saya ikuti, Aliansi Jurnalis Independen. Kalau mau bersaing, bersainglah dengan ‘apel’ yang sejajar. Bersainglah dengan sesama teve berlangganan (biar apple to apple gitu loh). Jangan menyerobot teve terestrial dong. Masak apel minum jeruk? Loh?

2 responses to “Liga Inggris ‘Hilang’

  1. iya tuh sebel banget, jadi gak bisa liat steven gerrard beraksi dan main ledek-ledekan sama fans dari klub-klub rival. Wah, YY, kita ‘musuhan’ kayaknya. Aku cinta sama Liverpool dan mencintai semua yang melawan MU-mu itu, hehehehehe

  2. Yah ‘musuhan’ juga gak pa-pa. Jadi inget waktu SMP. MU vs The Reds di Anfield, Bckham mencetak gol tunggal, 1-0. Lalu di Theatre of Dreams, kalau gak salah 3-1. Yang ngegolin dua Garry Palister pake kop-heading semua. Satu tambahan dari Andy Cole. Gol Liverpool hanya dari Jon Barnes, juga lewat sundulan. Sebelumnya, dalam final Piala FA, MU menang 1-0 lewat gol krusial Eric Cantona. Musim lalu, ketika di Old Traffold, MU menang. Di Anfield juga menang 1-0 lewat gol John O’shea. Nah loh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s