Kisah Yaqub – Sebuah Penantian

Yusuf. Kedua mata ini telah cekung memutih, mengering air mata. Hanya demi menunggumu pulang, anakku…

Hari-hari begitu berlalu bagai siput. Lamban dan lambat. Kau tak pernah pulang. Hanya bajumu yang terkoyak, peneman rindu. Aroma keringatmu, aku hapal nian. Tubuh ini makin renta kian ringkih.

Seringkali kuteringat, kau bertanya di masa kecil. Kau bermimpi bulan dan bintang tunduk padamu, apatah artinya? Ku yakin, kaulah manusia istimewa. Tuhan telah memilihmu. Tak dapat ku percaya kau tiada dimangsa anjing ajak. Tak mungkin. Pasti itu cuma cerita karangan kakak-kakakmu.

Inikah derita yang harus kulewati? Yaqub si bapak semua bani (craddle of nations)? Apa artinya berputra dua belas jika kalian tiada akur? Kau dan adikmu Bunyamin, kapankah pulang? Pintu depan rumah selalu terbuka untuk kalian.

Aku biarlah istirahat sejenak. Aku makin lelah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s