Kisah Yahya – Kelahiran nan Suci

Kuteringat di waktu cilik. Ayahku Zakariya berbisik hangat sambil mengelus kening polos ini. Tatkala ku setengah tertidur, suara Bapak mengalun lembut ke rongga kuping.

“Yahya anakku. Artinya hidup. Kami menunggu kelahiran seorang bocah sudah lama nian. Adalah sebuah berkah dan keajaiban. Alizabth, ibumu yang telah menua mengandungmu. Kami berdua memanjatkan doa, semoga harapan selalu hidup dalam dirimu.

Jika Tuhan menghendaki, apa yang tak mungkin anakku? Moyangmu Ibrahim, berputra Ishaq, pun dari rahim uzur Bunda Sarah. Tahukah kau, keajaiban senantiasa menjalari keluarga kita. Sepupumu si perawan Maryam pun tengah mengandung seorang bocah. Tanpa pria, tiada suami. Kelak, dialah Sang Al Masih.

Apa yang tak mungkin, sekali lagi, apa yang kau ragukan anakku? Ada manusia yang tercipta tanpa ayah tak beribu. Dialah Adam. Ada insan tercipta dari tulang rusuk pria, tanpa lahir dari rahim seorang emak. Dialah Hawa. Dan kini, saudaramu kelak mengada dari rahim si ibu tanpa sang ayah.

Kelahiran kalian adalah berkah bagi keluarga ini. Aku tahu kalian adalah yang terpilih. Jika dewasa kelak, jalan hidup kalian aku yakin bakal terjal. Hanya pesanku, sekeras apapun cobaan, jadilah pemeluk teguh. Anak-anakku…”

One response to “Kisah Yahya – Kelahiran nan Suci

  1. huks…jadi terharu..:_)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s