Si ‘Muhammad Aji’ sudah Berusia Sebulan

Si ibu masih dirudung ancaman tuntutan miliaran rupiah oleh mantan bosnya.

12 Agustus 2007, pukul 17:19:41. Sebuah pesan singkat menyeruduk kotak masuk hape saya. “Puji Tuhan, Alhamdulillah, Haleluyah, Aum Narayana, Aum Buddha… Telah lahir turunan kami pada Jumat Wage, 10 Agustus 2007, pukul 16.30 dengan nama Michel Anindita. Mohon doa dan berkahnya. /Tiada rona tanpa rinai/ Tiada kenaikan tanpa keturunan/ Tiada perayaan tanpa kelahiran… Salahuddien Gz-Sri Rahayu Arman.”

Rupanya sms itu dari Mbak Ayu dan suami. Ayu adalah redaktur Majalah Paras yang baru saja dipecat lantaran menulis sebuah artikel tentang buruh, sebulan lalu. Dia diputus hubungan kerja di tengah kehamilan, sebuah hal yang dilarang Undang-Undang Ketenagakerjaan (UU 13/2003). Saya menulis berita tentangnya. Kini dia harus menerima ancaman mau dituntut miliaran rupiah oleh si majikan gara-gara perseteruan itu.

Kala itu, dia mengadu ke Aliansi Jurnalis Independen Jakarta. Sambil mengelus perutnya yang buncit, Ayu sempat nyeletuk, “Akan saya namakan anak ini Muhammad Aji.”

Hehehe… kini nama si bayi adalah Michel. Well, nama adalah hak orang tua untuk memberikannya. Selamat buat Muhammad, eh, Michel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s