Requiem for Press Freedom?

Soeharto menang melawan Time. Denda yang dijatuhkan Majelis Hakim Mahkamah Agung dua ribu kali lipat dari ketentuan UU Pers (UU 40/1999). Time dan enam jurnalis lainnya, secara tanggung renteng harus membayar Rp1 triliun.

Pengacara Soeharto, Mohammad Assegaf, menandaskan kebebasa pers ada batasnya. Aku sepakat. Tapi kebebasan pers sangat dijunjung tinggi dalam masyarakat demokratis. Batasnya, denda perdata yang tak sampai bikin media gulung tikar.

Kalau tidak, sama saja dengan membredel pers lewat jalur hukum. Putusan ini bisa jadi preseden, dan akan ditiru oleh pengadilan ke depan, dalam memutus kasus yang sebangun.

Serenada senjakala kebebasan pers? 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s