Resensi Film Quill: Pengabdian Seekor Anjing Penuntun

Selain sebagai penjaga rumah dan klangenan, anjing bisa berguna sebagai pemandu orang buta. Baru saja saya melahap film jepang. Kali ini Quill (2004). Kisah seekor anjing labrador putih, yang punya bercak hitam pada perut sisi kirinya. Bercak tersebut berbentuk mirip burung, sehingga dia dinamakan Quill. Quill sendiri berarti tulang bulu burung, yang seringkali digunakan sebagai pena tinta pada zaman dulu.

Quill lahir sebagai lima bersaudara, dari induknya yang diasuh nona Mito. Lantas, Mito berhasrat mencetak seekor anjing pemandu. Maklum, masyarakat Jepang yang tunanetra sudah jamak menggunakan anjing sebagai penuntun. Kemudian, dia mengontak Tawada, seorang pelatih anjing pemandu. Syaratnya, Quill harus berusia setahun atau lebih.

Mito mengirimkan Quill kepada keluarga Nii untuk diasuh. Setelah usianya memadai, Nii menyerahkan Quill kepada Tawada. Perpisahan mereka begitu berat. Quill adalah anjing yang lucu tak pernah menggonggong atau menggigit orang.

(Wikipedia)

Di pusat pelatihan, Quill begitu berat beradaptasi. Mudah ditipu (distracted) dengan makanan yang tergeletak di atas tanah. Juga tak peka pada suara. Pun tak beranjak mengejar bola yang dilempar oleh instruktur.

Namun Quill akhirnya bisa mengerti isyarat-isyarat yang diberikan oleh Tawada. Quill belajar memahami permukaan jalan dan sekitarnya. Quill harus menyerap kondisi tepi jalan raya, pojok atau perempatan, serta halangan-halangan (obstacle) yang menyebabkan jalan berkelok. Ini penting, supaya si anjing menjaga keselamatan tuannya yang bakal dituntunnya.

Selanjutnya, Quill dipertemukan Tawada dengan Tuan Watanabe, seorang tunanetra yang menjadi ketua perkumpulan orang-orang cacat (dissabled). Awalnya Watanabe tidak suka anjing. Namun, Etsuo, putra bungsunya, sangat mengidamkan seekor anjing. Berhasil-tidaknya seekor anjing menjadi pemandu hebat tergantung pada kerja sama dan pengertian dari sang tuan. Sayangnya, Watanabe keras kepala.

Quill dipaksa menuntunnya berjalan di jalan raya, sehingga menimbulkan kemacetan. Quill digosok dengan kasar, padahal harusnya dibelai dengan lembut. Pun Quill hanya diberi rumah yang sempit di halaman luar. Quill tak diperbolehkan masuk rumah. Akibatnya, ketika hujan tiba di malam hari, Quill sempat lari dari rumah.

Meski demikian, Quill tetap penurut. Hingga satu saat, Watanabe jatuh sakit dan harus cuci darah dengan rutin. Quill pun sedih dan harus kembali ke pusat pelatihan. Sepanjang dia tak bertuan, Quill dilibatkan dalam beragam demonstrasi sebagai anjing penuntun. Seekor anjing pemandu punya refleks berhenti di tepi trotoar atau di ujung tangga berundak. Ini supaya menyelamatkan tuannya. Quill mendapat sambutan meriah oleh para penonton.

Hingga tiga tahun kemudian, Tuan Watanabe baru mengunjungi Quill. Watanabe ingin dituntun Quill. Rupanya hanya sampai 30 meter. Watanabe kembali jatuh sakit dan dilarikan ke rumah sakit. Hingga meninggallah dia.

Quill kembali kesepian. Selama tujuh tahun, dia tak lagi memandu dan kembali menjadi anjing demonstrator. Lantas dia kembali ke keluarga Nii. Hingga satu saat, dia jatuh sakit dan tak kuat lagi melangkah. Quill mati pada usia 12 tahun. Keluarga Nii pun berkabung melepas si anjing lucu.

6 responses to “Resensi Film Quill: Pengabdian Seekor Anjing Penuntun

  1. Filmnya mengharukan banget T_T
    bagi pecinta anjing.. bener bener harus ntn d ini filem..
    bener bener haru banget

  2. seblmnya saya sangat tertarik sekali dengan cerita anjing diatas. klu boleh saya tahu ada tidak sekolah khusus untuk anjing yang menyelamatkan/sebagai penuntun orang buta di indonesia ini. saya harap innformasi dari anda segera. beserta alamat.

  3. terimakasih kami http://www.anjingbagus.com ,kami juga menonton film quill..cerita yang sangat menyentuh..

    kalau ada teman-teman yang mau share tentang segala hal yang berhubungan dengan anjing bisa juga berbagi ke info@anjingbagus.com

  4. hai kami masukkan ya komentnya tentang film Quill ke web kami..para doglover juga silahkan bergabung karena memang web yang kami buat dikhususkan bagi doglover..

  5. @Anjingbagus,
    Silakan, dengan senang hati. Moga-moga bermanfaat…

  6. Ini bemer-bener film bagus……….
    Sangat menyedihkan sekali……..
    PAsti gak nyesel nonton film ini…..
    His a good dog…..
    I believe now his in heaven with smiley……..
    Gbu QUIll…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s