Terbunuh Demor…

Sudah berapa hari ini aku tak salat…

Demoralisasi. Adalah istilah yang selalu aku ingat. Kata itu merupakan senjata yang ampuh untuk membunuh karakter seorang anggota organisasi (kiri kekanakan) yang dulu sempat aku ikuti. Demor adalah cap yang dilekatkan kepada anggota yang dituding malas, tak berkomitmen, dianggap surut semangat.

Well, saat-saat ini aku memang demor. Aku lagi malas banget. Jujur saja, aku lagi gak salat, sudah berlangsung beberapa hari ini. Aku memang lagi M… alias males. Entah mengapa kok malesnya gak ketulungan.

Mungkin karena terlalu banyak keinginan yang tak tercapai. Mungkin juga terlalu banyak beban kerja. Mungkin juga terlalu banyak beban pikiran. Mungkin juga terlalu banyak kejenuhan. Mungkin juga terlalu banyak… kemungkinan.

(Wikipedia)

Kata Nabi Muhammad, kadar keimanan seseorang memang fluktuatif. Kadang rajin ibadah, kadang ghirah (yang diadopsi ke dalam Bahasa Indonesia menjadi gairah) memang lagi surut.

Tapi sesurut-surutnya iman, seharusnya jangan pernah meninggalkan salat. Ah, tapi langkah ini juga terlalu berat untuk berayun mengambil air wudu. Ah, biarlah aku nikmati masa ‘penggugatan’ ini. Aku hendak menggugat Yang Di Atas, mengapa tak datang jua rezeki dan cita yang telah lama teridam-terpendam.

Ah, sudahlah. Aku memang tak pintar mengucap syukur…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s