Resensi Film Tada, Kimi Wo Aishiteru: Cinta Sejoli Juru Potret

Sebuah film yang layak tonton. Selain kisahnya yang haru biru, berbagai karya fotografi juga mewarnai apiknya film ini. Ditingkahi sebuah lagu tema, komplet sudah, film ini memang benar-benar berkesan.

 

Judul film Tada, Kimi Wo Aishiteru (Just, Loving You)
Durasi 120 menit
Para pemain Tamaki Hiroshi, Miyazaki Aoi, Kuroki Meisa
Sutradara Shinjou Takehiko
Produser Matsuhasi Shinzou
Skenario Bandou Kenji
Penata musik Ike Yoshihiro

Baru saja saya menuntaskan menonton sebuah film jepang. Film tersebut berjudul Tada, Kimi Wo Aishiteru (2006). Artinya kurang lebih Just, Loving You. Mungkin Anda sudah pernah nonton, dengan judul lain: Heavenly Forest. Itu versi Inggrisnya.  

Setiap film jepang, bagi saya, selalu membekaskan kesan tersendiri. Sejak kecil saya memang suka film jepang. Mulai serial Oshin (TVRI dan TPI, jadul banget, saya masih SD), Rin Tachibana (TVRI), Suzuran (Transtv), hingga kartun Doraemon dan Rurouni Kenshin. Bahkan, beberapa waktu lalu saya melahap Seven Samurai dan pendekar pedang buta Zatoichi.  

Kembali ke Tada. Film ini mengambil ilham dari sebuah novel karya Ichikawa Takuji. Novel tersebut berjudul Renai Shashin – Mouhitotsu no Monogatari (Romance Picture – The Other Story). Ichikawa sendiri terinspirasi oleh film yang berjudul Renai Shashin (2003).  

Film ini beralur flashback. Jika dirangkai sejak awal, cerita bermula dari pertemuan Makoto Segawa (Tamaki Hiroshi) dengan Satonaka Shizuru (Miyazaki Aoi). Keduanya adalah mahasiswa sebuah universitas.  

Makoto punya hobi jepret-jepret kamera. Makoto adalah seorang pemuda pemalu.  Namun sebenarnya memendam bakat besar. Sedangkan Shizuru adalah gadis yang mengidap penyakit langka. Hormon pertumbuhannya tak normal, sehingga dia terlihat masih seperti anak-anak. Setelan yang dia pakai itu-itu juga: celana congklang di atas mata kaki, kaus kodok, serta kaus dalaman lengan panjang, ditambah kacamata besar. Miyazaki begitu tepat melakoni peran ini. Wajahnya manis, imut, lucu, dan kebocah-bocahan, serta berpotongan rambut bob seleher dengan poni di depan.  

(flickr)

Hubungan pertemanan mereka makin berlanjut dekat. Makoto selalu mengajak Shizuru masuk sebuah hutan. Sebenarnya hutan tersebut terlarang untuk dimasuki. Namun mereka nekat saja.  Maklum, Makoto tak pernah bisa menuntaskan hasrat fotografinya.

Wajar saja, lantaran isi rimba tersebut indah nian. Tak puas-puasnya Makoto menembak lebatnya hijau pepohonan (plenty of green), luasnya danau nan tenang, air kali yang bergericik mengalir tertimpal batu dasar sungai yang dangkal, serta burung-burung yang gampang-gampang susah dipotret. 

Rupanya Shizuru menaruh hati kepada Makoto. Dia pun minta diajari fotografi. Karya-karya Shizuru pun tak kalah cantiknya. Di mata orang lain, Shizuru nampak aneh. Kekanak-kanakan dan ganjil (weirdo). Hanya Makoto yang rela menemaninya setiap hari.  

Hubungan keduanya mulai merenggang dengan masuknya tokoh Fujiyama Miyuki (Kuroki Meisa). Miyuki adalah gadis yang cantik, menarik, begitu mature, lembut, pendek kata sempurna di mata kaum Adam. Miyuki kuliah satu kampus dengan mereka. Makoto naksir Miyuki –meskipun mereka tak pernah jadian. Karena Miyuki tahu, sebenarnya Makoto hanya tepat bagi Shizuru.  

Shizuru pun sadar, kalau dirinya penuh kekurangan. Fisiknya bagai anak kecil, tiada lekuk yang menarik. Namun dia selalu berujar, satu saat dia bakal berubah menjadi perempuan dewasa. Menjadi sosok yang cantik menarik dan tak terlupakan oleh seseorang yang mencintainya. Sebenarnya perkataan itu dia tujukan kepada Makoto. Hanya, Makoto menanggapinya sambil lalu.  

Satu hari, Shizuru meminta kado ulang tahun. Dia minta dicium Makoto. Dengan alasan, untuk diabadikan sebagai foto, untuk sebuah kompetisi. Makoto pun menyanggupinya. Makoto tak sadar, itulah hari terakhir dia bertatap muka dengan Shizuru. 

Setelah dua tahun berpisah, Makoto menerima surat dari New York. Rupanya dari Shizuru. Dia sudah bekerja sebagai fotografer di sebuah agensi. Shizuru mengundang Makoto menyaksikan pamerannya. Sebulan kemudian, Makoto menyambangi Shizuru di New York. Namun, yang dia temui adalah Miyuki. Rupanya Miyuki dan Shizuru tinggal seapartemen. Setelah lulus kuliah, Miyuki bekerja di New York. Bertemulah dia dengan Shizuru. 

Shizuru yang dinanti Makoto tak kunjung tiba jua. Rupanya dia pulang ke Jepang, dirawat ayahnya lantaran penyakitnya semakin akut. Lantas, meninggallah dia, dan abu jenazahnya telah dikremasi di kampung halaman.  Makoto hanya bisa menangis di depan gambar-gambar karya Shizuru. Sebagian besar, adalah foto diri Makoto sendiri. Serta, gambar Shizuru yang telah tumbuh dewasa, cantik, menarik, dengan potongan rambut panjang. Di ujung ruang pameran, Makoto tak jemu-jemunya memandang foto mereka berciuman di tepi danau di tengah hutan, tempat mereka berjumpa untuk terakhir kalinya.  

(flickr)

Film ini semakin berasa, karena dilengkapi oleh suara Otsuka Ai yang membawakan lagu tema (theme song) yang bertajuk Renai Shashin. Film ini punya banyak nilai lebih. Para pemainnya benar-benar orang Jepang, tak seperti film kita yang padat disesaki oleh artis karbitan berwajah bule atau blasteran.  

Pun, jalan ceritanya mengalir terasa nyata (meskipun fiksi), tak seperti kisah layar lebar kita (dan layar kaca), yang acapkali menyuguhkan cerita yang tak masuk akal serta melecehkan akal sehat.  Tak ada Miyuki yang dengki atau perebut pria lain; tak ada Shizuru yang bagai anak kecil nan licik dan jahat; tiada pula kawan-kawan kampus yang overacting meledek kekurangan Shizuru secara berlebihan; dus, tak satupun kekayaan materi yang telanjang diumbar. Semuanya berjalan natural dan makin menambah daya pikat.  

Tapi saya punya satu kekhawatiran. Duh, kalau begini kita tinggal tunggu waktu saja, satu saat pasti beredar film atau sinetron indonesia yang menjiplak film ini. Dengan rating tinggi pula. Ah, itu sih sudah lazim serta banal. Dan itu benar-benar memuakkan.  

49 responses to “Resensi Film Tada, Kimi Wo Aishiteru: Cinta Sejoli Juru Potret

  1. bakal dijadiin referensi untuk ditempel di mading kmps

  2. masuk daftar list u/ di hunting..

    makanya aku suka dorama dan film2 jepang, rata2 menyentuh, masuk akal, sarat dengan makna dan pesan moral, terus terang nonton dorama2 ato film jepang bikin aku semangat untuk berusaha meraih segala impian, dan walopun ga berhasil, toh kita udah berusaha sekuat tenaga, dan usaha adalah suatu nilai tersendiri

  3. @rinta: semoga tulisan di atas memang bermanfaat.

    @nurul: setuju… ada rekomendasi judul lainnya?

  4. wah cEritanYa cEdih bgd…….
    peNgen nangis,,, om yac0b,makaci ya… dah biQin ReSensi ttg fiLm ni,,biznya aq g tw EndinGnya…truz om punya vcd Lengkapnya g???c0z punyaQ rada MaCeT diEndingnya…

    kirim2 e-MaiL ya…. m

    m a k a s i h y a…………..

  5. Thx. Aku punya dalam format dvd (bajakan) hehehe…

  6. y ampun cerita ini di jiplak dong ama FTV indonesia, yg bintangnya tuh masayu . iih mls banget sih indonesia . smuaaa ngejiplak . maluu !!

  7. Waduh, mutu perfilman kita memang masih rendah.

  8. makasih, Mas! Mau nonton ah…baru tahu kalo lagu Renai Shashin itu theme song-nya film ini, padahal udah ada di laptopku, hehe…

  9. Silakan nonton, hehehe…

  10. film nya baguuuus!
    saya baru nonton kmarin,,nangis2..huhu
    tapi saya cuma ntn lewat downloadan dari youtube karena blum dpt dvdnya..haha

  11. What a very very recommended movie… Trust me… Dari youtube juga bisa diliat kok. Cuma harus sabar mengunduh sepenggal-sepenggal adegan… hehehe…

  12. gomen..
    bukannya shizuru udah mati 2 bulanan sebelum Makoto sampai NY? Jadi yg ngirimin suratnya itu, Miyuki…?

    Soal Indo yang nyontek. halah.. udah ngelus dada berapa kali… keseringan dan basi banget!

    Tapi setuju! Film ini recommended! V(^____^)V

    salam kenal!

  13. wajib di tonton oleh penggemar drama romantik…^-^

  14. trims ats resensinya.. film ini btul2 bgus!! sarat pelajaran hidup.. : “you hold anyone’s happiness in your hand” dan “jangan ada kata terlambat”… nangis bener deh… huh…
    oya, sizhuru tu terakhir kan di r.s. di u.s.? mnngglny “last month” sblm makoto ktetemu miyuki? iy kan?! dari pemakaman smpai pengadaan pamerannya ditangani olh miyuki smua (mkny bapakny sizhuru trims bnyk via telp msg) miyuki kan teman baikny sizhuru, mereka baik2 kan bgt koq.. oya, satu pelajaran lagi dari sizhuru,”i just want, the one i love, fall in love, to one who he loves” (aku hanya ingin, orang yang kucintai, jatuh cinta pada orang yang dia cintai)… romans sekali…

  15. filmna keren bgd!!!!ampe nangis nontonnya…bnr2 nyentuh bgd…apalg laguna itu, keren bgd…tw translit dr laguna jg bikin nangis…

  16. aku baru pertama kali nnton drama yang bisa buat aku nangis, sebelumnya aku tak pernah nnton drama karena ceritanya gitu2 aja, arigato atas refernsi filmnya!

  17. huhuhuhu….aku baru aja ntn tadi pagi…en bagusss filmnya…ga henti2nya nagis pas yg si shizuru menghilang…huhuhu….

    lagunya juga bagusss…..

  18. Mas yacob,… inget ribya? anak eq 2003….
    aku juga nonton film ini, bahkan punya vcd nya…
    setelah nonton….. pengaruhnya kerasa dan kebawa-bawa mpe 3 hari….
    soo sad…

  19. eh salah ketik bukan ribya tapi rivya

  20. Rivya,
    Makasih udah kunjung di sini. Aku inget-nget-pangling, hehehe… yang paling inget si lala sama susi. Syukur kalo tulisan resensi ini bisa bermanfaat. Aku lg kunjung ke multiply-mu tp kayaknya gak bisa comment deh soalnya aku gak punya account multiply. Tq yah…

  21. jangan lupa tonton veri aslinya Renai Shashin….rada aneh sih ceritanya h3

  22. i love heavenly forest too
    sedih,sedih.. tapi romantis
    penuh makna..
    ingin bisa seperti shizuru

  23. jac…hehehehe…akhirnya kamu suka juga ma film jepang ya
    aq pikir dulu cuman aq yang terseppona ma dorama jepang🙂 red-saking terpesonanya
    memang benar….dorama jepang itu gak ada jahat2an, gak ada teriak2an kayak sinetron indonesia
    ceritanya mengalir indah…semua terjadi karena keadaan. Bukan karena hati yang dengki. bukan karena sengaja berbuat jahat
    Aq yakin kok…di dunia yang diciptakan Allah ini…gak ada orang yang hatinya dengki n jahat kayak tokoh2 antagonis di sinetron kita
    Orang berbuat jahat itu pasti ada alasannya🙂
    live is wonderful, hope that no war anymore
    (lah kok malah ngomong ngelantur?)

  24. Yup…film ini emang bener2 bagus, mungkin dah 5 kali berulang2 tak putar, masih saja gak bosen…apalagi liat tingkah si Shizuru yang imut dan lucu. Padahal film itu dibuat tahun 2006… dan aku baru nonton kemarin…. tapi masih bener2 layak ditonton.

  25. “Selamat tinggal, Sampai berjumpa lagi di suatu tempat”

    Entah mengapa, Line terakhir fiLm ini seLaLu terngiang di teLinga gw seLama seminggu ini…

  26. Q jga da nonton filmx, asyik nga seperti film2 indo
    jln ceritax terasa nyata
    Q suka film ini…….

  27. Nton flm jepang yg laen’a jg seru ky be with u ma taiy0u n0 uTa. . . SediH jg film’a sm..
    Smua flm jepang pzt tTg kd0ktern yah, like thIs🙂

  28. I love Heavenly Forest… sangat bermakna.

  29. filmnya sangat berkesan,,,asli!!!
    dan film ini juga sukses buat aq nangis…huhuhu T_T

  30. love this movie :*

    udh nnton dan ternyata bagus bgt
    terakhir nya bkin nangis

    cerita percintaan yg sangat tak terduga T_T

  31. gue dah nonton film ni….
    haru banget….
    jad jangan sia siakan orang ang sayang sama kita

  32. minta ijin repost sama kasih link halaman ini di blog saya ya… saya juga suka bgt ama film nya hehehe…

  33. very recommended film!!!
    dari judulnya saja, sudah bikin nangis =,)
    Tada, Kimi Wo Aishiteru…
    Just, Loving You…

  34. Pingin donlod flmnya di mana yak????
    Klo d youtube nggak da yg part 12w strsnya… Yg da cm trillrnya……..
    Tolong ksh tw dng……..!!

  35. sangat menyentuh bangett…

  36. wah..blem nontn.. thanks buat reviewnya..jadi pengen nonton🙂

  37. wah belum nontn.. thanks buat reviewnya..jadi pengen nonton🙂

  38. shelly oppa saranghae

    film yg bagus,,^_~
    aq jg bru akhir2 ne nontn ny…!!
    perfect !! i love that story !!

  39. ah , ancur – ancur deh nonton yang satu ini TT
    ada lagi nih guys yg keren
    tapi buknan film Jepang ..
    First Love A Crazy Little Thing
    ngingetin jaman seklah dan orname2nnya ..

    Arigatou ..
    Gamshahamnida ..
    Xie-xie ..
    Thank’s😀

  40. kok sepertinya meengharukan , tapi sudah jadi khasnya film romance japan kalau gak nangis gak seru ya,….

  41. baru nonton, dan lgsg search di google. ceritanya keren dan haru banget kasian Makoto udah nanti2 selama 2 tahun, tp Shizuru nya udah ga ada😥

  42. nah film Thai yg itu juga lucu dan dalem ceritanya

  43. sumpah keren kali film nya ..
    aku ada nih film nya tapi masih 320p belum HQ

    kalo mau liat film romance jepang nih aku ada 1 judul “MY GIRL AND I”
    ini satu keren bgt ..

    kalo ada judul yang lain tolong di share ya ^^,

  44. wew,,,gag krasa pas nonton film ni….gemes sama endingnya…kereeeeeen bgt…
    tp overal pantes di kasih nilai 10…
    klo ada yg lain di share ya…^^

  45. ceritanya menarik di tambh ma lokasi syutingnya yg sngat indah plus lagu yg mengarukan hati..ud nonton brkalikali gk bosan aku…bagi yg suka film romantis wajib nonton…^_^ gk bakaln rugi deh;;^_*

  46. my girl and ai jga bagus tuch critanya mengharukan

  47. baru nntn hari ini . gommen kudet bg
    t hahaa . tapi filmnya emg sedih . aku sampe nangis meski kutahan . aoi miyazaki bagus bgt njalanin perannya .

  48. Mantaps
    Coba liat juga “ima, ai ni yukimasu”. Yang satu ini juga mantaps, Gan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s