Ulang Tahun AJI ke-13 di Gedung Perpustakaan Nasional

Jakarta Jumat malam, 24 Agustus 2007.

Sore itu sengaja saya pulang terlebih dulu dari kantor. Saya masih kurang fit. Tapi saya juga gamang, malam ini Aliansi Jurnalis Independen (AJI) lagi merayakan ulang tahunnya yang ketiga belas.

Kata banyak orang, ini angka nomor sial. Yah. semoga AJI tak ketiban sial lagi. Tiga tahun silam, AJI merayakan gelaran serupa, eh dampaknya baru terasa kini. AJI kesandung donasi dana dari Departemen Kelautan dan Perikanan. Moga-moga perayaan kali ini steril.

Saya datang terlambat, pada pukul setengah sepuluh. Saya datang bersama doi, Si Murjayanti. Hehehe… kami bertukar ‘identitas’. Mur yang sehari-hari menjadi atlet panjat dinding DIY memakai kaos saya yang bergambar Che Guevara. Sedangkan saya yang dulunya aktivis kampus (pantaskah menyebut diri sendiri aktivis?) mengenakan kaos event kejuaraan nasional, berbalut jaket Pekan Olah Raga Nasional (PON).

Geli juga, banyak orang mengira Mur aktivis tulen. Apalagi dia memakai celana jeans. Sangat kasual. Ketika menyambangi stand buku, dia melirik buku feminisme. Hmmm, kurang lebih pantaslah berpenampilan aktivis.

Setengah sebelas, kami cabut. Sebelumnya kami bersapa dengan kakak, Mas Wiwin yang ikut jadi panitia. Well, mohon maaf. Saya belum bisa mencurahkan seluruh waktu dan tenaga demi AJI. Semoga AJI makin jaya.

Udara malam Menteng semeribit membelai wajah kami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s