Well, Terpilih Lagi Jadi Pengurus Serikat Pekerja

Jakarta, 21 Agustus 2007

Saya tak bisa berkonsentrasi meliput Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat sore ini. Pikiran saya melayang ke Gedung Puri Imperium, tempat saya berkantor. Pukul 16:00 kami agendakan menggelar Rapat Umum Anggota WorkerHOLic -serikat pekerja Hukumonline.

Akhirnya sore itu saya bergegas ke kantor. Sial. Jalanan agak macat. Maklum, Gatsu (Gatot Subroto, maksudnya) adalah jalur macet tatkala pagi hari orang berangkat kerja dan sore hari orang pulang ke rumah.

Untungnya bisa sampai juga ke kantor. Terlambat setengah jam. Kawan-kawan sendiri belum siap. Kawan non-redaksi pun masih sibuk menggarap pekerjaannya. Akhirnya kami undur memulai rapat pukul 19:00.

Saya pun belum menggarap artikel hari ini. Pimred Baim Assegaf sempat interupsi jalannya rapat. Anak redaksi kudu cepet-cepet setor berita. Maklum, doi lagi gak enak badan, harus bergegas pulang rumah lebih dini (lebih awal, maksudnya) daripada biasanya (terbiasa pulang dini hari sih, hehehe).

Untung, rapat bisa kami lanjutkan berkat toleransi Baim. Yah, akhirnya saya terpilih menjadi ketua. Mas Wiko sebagai wakilnya. Well, komposisi yang cukup ideal. Ada awak redaksi, dan duet dengan non-redaksi.

Untungnya juga, akhirnya malam ini saya ngebut nulis berita. Syukur, masuk headline juga. Berita soal interplasi Lapindo yang lagi-lagi tertunda. Insya Allah berita ini lebih lengkap sumbernya. Tak hanya dari kalangan DPR, tapi juga ada sumber korban lumpur.

Ini usaha saya membuat berita yang sesungguhnya. Jamak media memberitakan soal Aceh misalnya. Tapi sumbernya tak satupun pihak Aceh. Semua dari Jakarta. Seakan orang pusat tahu kondisi lokal di sana. Simak saja berita soal partai lokal bersimbol atribut GAM.

Huh. Kali ini soal interplasi itu. Apakah media sudi mewawancarai korban lumpur? Atau sudah merasa cukup hanya dengan beberapa sumber dari kalangan DPR? Kita lihat saja berita yang beredar esok hari (22/8).

Kembali ke serikat pekerja. Saya merasa deja vu. Sebelumnya, saya pernah terpilih menjadi Sekretaris Dewan Karyawan Kontan -tempat kerja saya sebelumnya. Waktu itu, saya menempati urutan ketiga pemilihan pengurus DK Kontan. Cukup bangga juga menjadi pengurus termuda waktu itu.

Dua kali terpilih lewat pemilihan langsung, membawa beban tersendiri. Suara adalah amanah. Kalau tak bisa membawanya, tak bisa menjaganya, apa bedanya saya dengan para anggota parlemen yang suka berakrobat politik?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s