Zach vs Chris: Who’s Better?

Begitu sulit menjawab pertanyaan di atas. Zach de la Rocha adalah vokalis Rage Against The Machine (RATM atau Rage). Sedangkan Chris Cornell merupakan vokalis Audioslave. Kedua band ini tak bisa disepelekan. Rage merupakan band paling kental dan kentara nuansa ideologis-politisnya, sedangkan Audioslave juga tak kalah kritisnya.

Kedua band ini memiliki kesamaan, lantaran punya ‘kerangka’ yang sama. Yup, keduanya beranggotakan drummer Brad Wilk, bassist Tim Commerford, serta gitaris Tom Morello. Ketiga awak ini menggaet Chris lantaran Rage bubar pada 2000 seusai ditinggal Zach yang bersolo karir. Eh, dalam perkembangannya, tahun ini malah Rage bersatu kembali (reunited). Dan Audioslave, yang ketiban giliran kapiran alias vakum. Hingga kini, masa depan Audioslave belum jelas. Apakah bubar, atau masih ada –hanya vakum untuk sementara.

Kedua band tersebut juga mempertahankan keaslian instrumen rock. Semua suara hanya berasal dari vokal, gitar, bass, dan drum. Jangan pernah berharap mendengarkan suara keyboard, piano, sintesiser, apalagi aksi scratch dejay atau peranti lainnya. Semuanya tergantikan dengan sempurna oleh skil Tom mencabik senar gitar.

Jangan salah, Tom adalah keturunan Jomo Kenyatta, Presiden Kenya yang pertama kali terpilih dalam pemilu demokratis. Ibunya adalah aktvis antisensor. Tom bersama Serj Tankijan, vokalis System of a Down (band yang politis pula, diawaki oleh para keturunan Serbia), mendirikan organisasi Poros Keadilan (Axis of Justice).

Tapi daya tarik Tom bukan hanya berasal dari latar belakang keluarga dan aktivismenya. Melainkan, pada kemampuannya memetik gitar. Dia pernah diundang Joe Satriani dan manggung bareng Steve Vai. Masterpiece aksinya bisa kita lihat pada lagu Bulls on Parade. Tom mempraktekkan suara dejay menggesek piringan disc (scratch), padahal itu adalah suara gitar. Semua suara aneh berasal dari gitarnya. Dia tergolong 20 besar gitaris abad ini, because of his unique extended skills.

Kedua vokalis tersebut merupakan roh dan warna dari masing-masing band-nya. Zach, punya suara khas. Penuh kemarahan, kecil melengking. Tak terdengar menyanyi, tapi lebih condong bermain rap dan berorasi. Sedangkan Chris punya jam terbang tinggi. Sebelumnya dia menggawangi band dewanya aliran grunge, Soundgarden (vokalis dan gitaris). Suaranya serak khas dan lebih memainkan nada-nada melodis. Sayang, tak bisa ngerap.

Dari segi aksi panggung, Zach lebih energik dan lincah. Tak jarang dia berloncatan bersama Tom. Bahkan, aksinya makin edan dengan berbagai orasi dan ulah bakar bendera Paman Sam. Apalagi menggeber poster wajah Che Guevara. Kekuatan Zach tertuang apik dalam lirik-liriknya. Tak jarang dia mengutip tokoh politik, seperti tokoh fasis Benito Mussolini, atau Marx-Engeles. Atau, setidaknya Zach menyusun lirik dari buku sejarah dan politik. Tak muluk jika Rage menyabet band paling intelek, selain paling politis. Sayangnya, tak jarang dia putus nafas sehingga lengkingan vokalnya ‘tak kesampaian’. Itu kentara dalam aksi-aksi live.

Sedangkan Chris juga tak kalah kuatnya dalam merangkai kata pada lirik-liriknya. Romantis dan mudah dicerna. Tak jarang dia turut bermain gitar –hal yang belum pernah dilakukan Zach. Meskipun, Zach selama ini mengakui instrumentalia Rage 80% berasal dari idenya (gitar, bass, dan drum). Sayang, aksi panggung Chris tak sebregas Zach. Tak jarang pula aksi live Chris juga berpenyakit sama: kehabisan nafas.

Namun, ada satu fakta yang tak terbantahkan. Selama menukangi Rage, Zach tak pernah berhasil menembus Kuba sebagai panggung konsernya. Padahal, mereka sangat anti kebijakan Amrik dalam lirik-liriknya. Namun, Castro tak pernah memberi izin kepada Rage. Tapi, bersama Chris dalam Audioslave, Tom, Tim, dan Brad justru bisa kesampaian keinginan mereka manggung di Kuba pada 2002.

Eit, dalam aksi reuni mereka di Coachella April silam, terlihat jelas kerinduan fans Rage terluapkan dengan tuntas. Puluhan ribu penonton sangat antusias menyambut bersatunya kembali si ‘anak hilang’.

Well, nampaknya susah menakar siapa yang lebih unggul antara Zach dan Chris. Afterall, I really do like both… Tak sengaja terbersit pikiran, bisakah mereka beraksi sepanggung?

2 responses to “Zach vs Chris: Who’s Better?

  1. hidup chris

  2. Wah penyanyi fav. saya dua2xnya coz i’m so grunge fans and RATM fans. I play both their songs with my band since high school. If i must choose … mmm… i vote de la rocha coz he has magnificent stage performance beda dengan chris yang stage performancenya biasa saja. Kalau soal suara, mungkin tidak bisa dicompare karena berbeda jenis suara.

    Tapi Sorry bro mau ralat. Tom alias Thomas Baptis Morello bukan ayahnya yang President Kenya tapi pamannya, ayahnya adalah Duta Besar Kenya pertama untuk A.S

    Btw. I have the same nick name with de la rocha which is Beto😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s