Eee… Anu… Eee… Itu… Eee… Apa??? Eee… Capek Dech!

“Halo?”

“Eee… bisa bicara dengan eee… Si Anu?”

“Eee… Si Anu sedang… eee… gak ada di tempat.”

“Eee… kira-kira eee… kapan datangnya?”

“Eee… saya sendiri gak tahu…”

“Eee… kalo gitu nanti sampaikan yah… eee kalo temennya nelpon.”

“Eee… iya Mas. Eee… namanya siapa Mas?”

“Eee…”

Percakapan semacam itu sudah akrab kita dengar (dan praktekkan). Begitu terbiasa kita mengucapkan eee… pertanda kalau kita telat mikir dan belum mampu menyampaikan pesan secara efektif, singkat, efisien, dan tak mengganggu pendengar.

Bayangkan. Sindrom eee seperti itu melanda pula penyiar radio dan news anchor di berbagai teve. Sangat mengganggu pemirsa dan pemiarsa. Saya sendiri heran. Kenapa yah masyarakat kita gemar melantunkan tembang eee…?

Eeehhh ada yang tahu sebabnya?

Eee… saya rasa… tulisan ini… eee… sampai di sini dulu saja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s