Sekarang Aku Punya Kakak Ipar

Kini aku punya kakak ipar. Bapak-ibu saya pun merasakan mantu yang pertama. Yah, kakak saya, Winuranto Adhi, menikahi Gita Fiatri Sinulingga Sabtu silam (21/7). Oyah. Lantaran menggaet orang Batak (tepatnya Karo), Mas Wiwin juga harus diangkat menjadi orang Batak. Dia diangkat oleh keluarga Perangin-angin.

Saya begitu gembira. Ada 15 orang yang berangkat sebagai rombongan dari Pati, tempat asal kami. Saya senang bukan kepalang, bertemu kembali dengan Dek Dwi, adik sepupu saya. Maklum, saya tiga bersaudara, laki-laki semua. Adik saya, Ginanjar Rah Widodo, baru saja lulus dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Agustus silam. Tiga bulan lalu, dia bertugas ke Tobelo, di Maluku Utara. Tentu saja, dia belum bisa izin sekadar menghadiri perhelatan ini.

Di keluarga Ibu, ada kakak sulung Pak Dhe Fadholi (alm) yang tinggal di Kauman. Ada pula kakak ketujuh, Pak Dhe Fauzan yang tinggal di Bojonegoro. Ibu saya, si bungsu anak kesepuluh. Nah, Dhe Yan (panggilan Dhe Fauzan) punya dua anak, Mas Amin dan Dek Dwi. Tentu saja saya paling sayang sama Dek Dwi. Tak pernah saya rasakan punya saudara perempuan. Setelah sekian tahun tak bertemu, even kali ini sangatlah istimewa. Usianya sebaya dengan adik saya, Si Anjar.

Kembali ke Mas Wiwin-Mbak Gita. Saya berharap pernikahan ini bakal langgeng dan bahagia. Serta, menghasilkan keturunan yang bisa meneruskan nilai pandangan hidup keluarga kami. Terus terang, kami adalah keluarga demonstran. Saya pernah mogok makan tujuh hari menentang kenaikan biaya pendidikan sewaktu kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Sewaktu kelas 3 SMU, adik saya sudah menjadi koordinator aksi menentang biaya sekolah yang kian mencekik. Buntutnya, kepala sekolah SMU Negeri 1 Pati dicopot lantaran peristiwa bersejarah ini (inilah gerakan siswa pertama yang massif di kota sekecil Pati). Ayah saya? Dialah motor penggerak demo nasional persatuan pensiunan karyawan BRI. Dia ngluruk sampai ke Jakarta untuk melabrak Dirut Sofyan Basyir menuntut hak kaum pensiunan. Hasilnya, sejumlah hak kaum pensiunan se-Indonesia terpenuhi. Ingat bung! Tak hanya kaum buruh yang perlu berjuang. Golongan ‘pasca-buruh’ pun harus tetap bergerak.

Sedangkan kakak saya? Jangan tanyakan lagi. Dialah jebolan Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID), underbow Partai Rakyat Demokratik (PRD). Segenap kawan eks-PRD ikut menyemarakkan pesta malam itu. Jangan heran jika lagu Darah Juang ikut dilantunkan.

Tak lupa gerombolan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) turut serta. Yang paling istimewa, hadir pula tokoh Dewan Pers Abdullah Alamudi. Saya sempat ngobrol sejenak dengan Pak Alamudi. Dia bercerita tentang berita saya soal pemecatan wartawan Majalah Paras. Maklum, Pak Alamudi juga saya jadikan narasumber. Responnya positif atas tulisan saya. Hmmm, bangga juga.  

Hadir pula Mbak Yanu, istri Mas Bambang Wisudo. Mas Bambang sekeluarga tentu sedang memikirkan prosedur hukum yang tak ringan juga saat-saat ini. Maklum, Kompas, media yang memecat Mas Bambang, tak tanggung-tanggung balik menggugat. Nilai gugatannya? Rumahnya di Pamulang, mobilnya, serta rekening BNI milik Mas Bambang. Kalau terkabul semua, ini benar-benar mengeringkan sumur rejeki Mas Bambang. Tak habis pikir, media sebesar Kompas yang melimpah ruah asetnya, masih tega mau ‘menggites semut kecil Mas Bambang’. Yah, walau kecil, gigitan semut tetap terasa pedas juga.

Sorry ngelantur lagi. Yah, harapan saya, Mas Wiwin bisa mengarungi bahtera rumah tangga dengan baik dan bijaksana. Satu pesan saya, semoga lebih rajin salatnya. Karena salat adalah tiang agama. Dan agama adalah fondasi kehidupan, entah di dunia maupun setelahnya. (PS: Bagi Anda yang tak beragama, agamamu adalah ateisme itu sendiri).

Maaf jikalau tulisan ini tak fokus lantaran begitu banyak buah pikir yang hendak saya curahkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s