Proliga 2007: Tahun Milik Surabaya

Hmmm, akhirnya kesampaian juga. Setelah lama menunggu, tibalah kesempatan saya menikmati ajang paling bergengsi bola voli di ini negeri. Yap, Final Proliga 2007. Segera saya bergegas ke Istana Olahraga Senayan (Istora), Minggu 29 April.

 

Proliga kali ini memang kurang greget. Bagian putri tak diramaikan oleh juara bertahan Bandung Art Deco Bank Jabar. Walhasil, lupakan saja aksi dan paras menarik Ade Maya. Pun Jakarta Monas Bank DKI. Hilanglah keinginan menikmati aksi pevoli kawakan Siti Nurjanah -yang juga pevoli pantai. Tandemnya di voli pantai, si hitam manis Ni Putu Timmy masih berlaga di timnya, Jakarta BNI Taplus. Tapi sayang sekali, hanya duduk di bangku cadangan. Ajang ini hanya diramaikan 5 tim putri. Perasaan kecewa saya makin bertambah lantaran idola saya si jangkung manis Fenny Jumiati dan Purwitasari (Gresik Petrokimia) urung tampil. Fenny mungkin mundur dengan alasan usia yang sudah menua. Ita, mungkin masih mengasuh putra pertamanya yang baru lahir. Masih mending ada Dwi Sari Iswaningsih yang hijrah dari BNI ke Gresik.

Di bagian putra, Jakarta Monas Bank DKI absen. Simpanlah dalam-dalam menunggu duel derby klasiknya versus Jakarta BNI Taplus. Well, mundurnya tosser kawakan Loudryans Maspaitella rupanya membuat kendur permainan BNI. Namun di putaran kedua, Loudry comeback. So, kentara sekali BNI selalu bertumpu pada Loudry. Memang, pilar kawaknya seperti libero Risco Herlambang dan open spiker Minar sudah tak memperkuat lagi. Tapi lagi-lagi, peran Loudry masih kental.

Pemain asing pun tak seramai tahun-tahun lalu. Ke manakah quicker cakep asal Brazil Marcello Baretto, quicker Tiongkok Tan Liang, atau The Canadian Kenton Lepp? Saya, sebagai penggemar mereka sudah tentu kecewa berat.

Meski dihujani bertubi-tubi rasa kecewa, gegap gempita partai final tak kehilangan maginya. Juara 3 putri diperebutkan oleh Jakarta Electric PLN dan BNI. Seperti biasa, PLN mengandalkan pemain China langganannya, Tian Mei. Akhirnya PLN keluar sebagai pemenang, 3-0.

Partai juara 3 putra dilakoni oleh Yogya Yuso Tomkins dan Jakarta Sananta. Senang rasanya melihat comeback home Andri Widyatmoko ke Yogya -klub yang membesarkannya. Gembira rasanya melihat aksinya berpadu dengan ikon Yuso, M Zainuddin. Namun sayang, open smash Andri tak sememukau dulu. Servisnya pun tak seeksplosif dua musim lalu. Jump-serve-nya tak muncul jua. Namun saya senang, kota gudeg menang 3-0.

Partai pemuncak putri mempertemukan derby Jawa Timur: Surabaya Bank Jatim vs Gresik. Surabaya diperkuat oleh si ratu jump-serve Susanti Martalia. Santi pernah megecap madu juara bersama Bandung Art Deco tahun lalu. Di kubu Gresik, ada si cantik Dwi Sari yang juga pernah menjadi juara bersama BNI dua tahun silam. Artinya, partai ini adalah kesempatan bagi masing-masing untuk mengecap juara dengan klub yang berbeda. Rupanya saya mulai kepincut dengan Emerita, si nomor punggung 11 dari Surabaya. Sayang, doi dicadangkan hingga akhir pertandingan. Toh Surabaya tetap menang 3-0. So, Gresik harus berpuas diri menjadi ‘juara dengan gelar runner up terbanyak’. Sejak 2002, sudah 4 kali Gresik hanya menjadi finalis, mengulangi langkahnya tahun lalu ketika ditekuk Bandung Art Deco. Next year, Ita. Next year…

Partai puncak putra menghadirkan laga ulangan tahun lalu, BNI kontra Surabaya Samator. Kesempatan bagi Samator untuk revans. Inilah yang paling seru. BNI masih mempertahankan pemain-pemainnya, I Wayan Windu Segara, Teddy, I Nyoman Ruddy Tirtana. Sedangkan Surabaya juga tak banyak perubahan. Masih ada ikon Joni Sugiatno dan Aris Risqon serta libero Fadlan. Sayang, giant tower BNI, Eduardo tak dipasang hingga akhir pertandingan. Akibatnya, 3-0 buat Samator.

Well, keempat laga final dengan hasil 3-0 menandakan pertandingan tak seimbang dan keburu selesai. Padahal saya ingin setiap partai berjalan menegangkan. Tapi tak mengapa. Saya masih bisa meluapkan emosi, atensi, dan antusiasme dengan berteriak lepas bersama ribuan fans voli lainnya. Apalagi tingkah lucu dan celetukan ngawur mereka.

Saya sih kurang peduli dengan hiburan bintang tamu penyanyi Astrid. Yang penting aksi smash-nya bung… hehehe… Habis, lagunya goblok sih. Jadikan aku yang kedua, buatlah diriku bahagia… Masak mau dijadikan yang kedua? Masak diduakan juga bisa bahagia? Lagu poligami kali yah… hahaha…

Semoga, tahun depan lebih seru… Setuju?

4 responses to “Proliga 2007: Tahun Milik Surabaya

  1. Hidup SAMATOR…!!!
    Mas Yacob, gabung ke http://www.volimania.org yuk…
    Tempat para volimania ngumpul, dan dpt banyak info tentang voli.

  2. Icha Anisa Purnama

    Selamat bwt Surabaya Samator yang dah jadi juara. Bwt affan tingkatkan terus kemampuannya en yang lainnya juga jangan sampai kalah ma tim lain. Surabaya samatorkan 50% pemainnya atlit timnas.Jadi jangan sampai kalah.moga proliga 2008 Surabaya Samator jadi juara lagi en affan bisa jadi pemain terbaik.

  3. ferry aditya widiat moko

    tolong dong proliga disiarkan di TV saya ngefans banget sama olahraga voly baal !
    terima kasih

  4. Ferry,
    Proliga disiarkan oleh Tvone (dulu namanya Lativi) setiap Minggu sore.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s